Kasus Novel Jadi PR Idham Azis

Novel Baswedan Penyidik KPK. Foto: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Novel Baswedan Penyidik KPK. Foto: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo sudah mengusulkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri. Uji kelayakan dan kepatutan akan digelar di DPR pekan ini. Mantan Kapolda Metro Jaya itu dinilai masih menyisakan utang pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI), Ismail Marasabessy, menyebut selama menjabat sebagai Kabareskrim Polri, Idham ditunjuk sebagai ketua tim teknis pengungkapan kasus Novel. “Tetapi, belum mampu diselesaikan,” ujar Ismail Jakarta, Selasa (29/10).

Hingga kini, lanjutnya, tim teknis yang dibentuk pada Juli 2019 itu masih belum berhasil mengungkap siapa dalang dibalik penyiraman air keras terhadap Novel. Dia menyatakan belum berhasilnya Idham Azis mengungkap kasus Novel menjadi catatan tersendiri. “Sebagai calon tunggal Kapolri, sebaiknya Idham tidak meninggalkan pekerjaan rumahnya,” imbuh Ismail.

Menurutnya, dengan latar belakang sebagai mantan anggota Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88, seharusnya Idham Aziz tidak kesulitan mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut. Apalagim sudah terdapat sejumlah bukti yang berhasil diungkap. Termasuk adanya rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan detik-detik penyiraman air keras terjadi. “Kalau kasus teroris yang sulit saja berhasil dipecahkan, kenapa kasus Novel yang sudah hampir dua tahun tidak bisa. Padahal sudah ada alat bukti,” paparnya.

Seperti diketahui, pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberikan waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, menyelesaikan kasus tersebut. Namun hingga Oktober 2019, kasus belum terungkap. Bahkan, Tito Karnavian malah dilantik sebagai Mendagri pada 23 Oktober 2019.

Sementara itu, Kasum TNI Letjen Joni Suprianto menyatakan Idham Azis sebagai kandidat calon Kapolri dinilai akan lebih memperkuat sinergi TNI dan Polri. Selama ini Idham dikenal dekat dengan kalangan TNI. “Saya dan beliau pernah bekerja bersama dalam pengamanan wilayah Jakarta,” ujar Joni Suprianto.

Kerja sama itu terjadi ketika Joni menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya. Joni menambahkan bahwa momen yang paling berkesan ketika mereka bersinergi mengamankan agenda internasional. Seperti Asian Games dan Asian Para Games tahun lalu. “Di saat itulah kami menunjukkan bahwa TNI Polri begitu kompak dalam pengamanan Jakarta yang sedang dikunjungi atlet-atlet terbaik Asia sehingga dunia internasional dapat melihat Indonesia aman,” paparnya.

Sebagai mitra kerja, TNI mendukung bila Idham terpilih sebagai Kapolri baru. Menurut Joni, dirinya mengenal betul sosok Idham Azis. Menurutnya, Idham adalah sosok pejabat yang tidak gila publikasi. “Dia bukan orang yang suka cari panggung dan mau ngetop sendiri. Dia sadar harus dikerjakan banyak orang dan bisa diselesaikan bersama-sama,” tukasnya.

Terpisah, anggota Fraksi PDIP Perjuangan DPR RI Herman Hery meyakini Idham Aziz adalah sosok yang tepat menjadi Kapolri. Menurut Ketua Komisi III DPR itu, Idham sangat berpengalaman dalam menangani persoalan intoleransi hingga terorisme. “Pencalonan Idham Azis adalah pilihan tepat. Kkarena hal utama yang harus dikerjakan Polri di era sekarang adalah keamanan negara dalam hal intoleransi, radikalisme, hoaks, sampai terorisme,” jelas Herman.

Idham Aziz selain memiliki berbagai pengalaman, juga berkarakter dingin, penuh perhitungan dan memiliki keberanian dalam membuat keputusan. Dia yakin, Idham akan menggunakan cara dan pola penanganan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang sangat proporsional.

(rh/fin)

  • Dipublish : 30 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami