Kasus Omicron Paling Banyak Datang dari Arab Saudi dan Turki

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Dalam sehari kemarin (29/12), ada tambahan 21 orang yang terinfeksi Omicron. Dengan demikian, hingga saat ini jumlah kasus positif varian anyar Covid-19 itu di Indonesia berjumlah 68 orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, 21 kasus baru tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Mereka terdiri atas 16 warga negara Indonesia (WNI) dan 5 warga negara asing (WNA). “Adanya kasus Omicron Indonesia karena ada perjalanan dari beberapa negara seperti Arab Saudi dan Turki sehingga masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan berlibur ke sana,” katanya.

Pengetatan di pintu masuk negara terus dilakukan. Terutama di perbatasan laut dan darat. Sebab, positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara.

Nadia mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. ’’Kesadaran diri dan menahan keinginan bepergian harus dilakukan. Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus Covid-19 dengan menahan diri tidak bepergian,” ucapnya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa Omicron di tanah air menjadi perhatian. Paparan Omicron tidak hanya berisiko pada mereka yang melakukan perjalanan luar negeri. ”Tahun ini kita memiliki 12 laboratorium untuk melakukan genome sequencing,” kata Budi pada acara konferensi pers taklimat bidang PMK.

Rencananya, pemerintah memperbanyak hingga 15 laboratorium. Namun, laboratorium itu hanya bisa digunakan di universitas. Sebab, ada kekhususan kemampuan yang harus dimiliki.

Tambahan laboratorium tersebut diharapkan dapat meningkatkan genome sequencing di Indonesia. Pada akhir Desember tahun lalu, Indonesia baru bisa melakukan tes pada 140 sampel. Sekarang sudah mencapai 10.882 sampel.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, tidak ada perubahan kebijakan dalam masa Natal dan tahun baru (Nataru) meski telah terjadi transmisi lokal Omicron di Indonesia. Menurut dia, Omicron masih dalam level terbatas, terutama pada mereka yang datang dari luar negeri. Selain itu, Omicron masih bisa dikontrol. Artinya, belum sampai proliferasi hingga meluas di masyarakat. ”Tidak ada perubahan kebijakan. Hanya pengawasan lebih ketat, terutama wilayah kerumunan dan pintu masuk saja yang dirasa masih ada celah. Kita awasi lebih ketat lagi,” tegasnya.

Meski kasus Omicron disumbang dari WNI yang baru pulang dari luar negeri, menurut Muhadjir, kedatangan mereka tetap tidak bisa dicegah. Pemerintah hanya bisa mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dahulu. Jika memang ingin berlibur, banyak destinasi wisata dalam negeri yang tak kalah menarik. ”Kita putar-putar tiga bulan belum habis loh. Banyak yang indah,” ungkapnya.

Mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah bertambahnya kasus Omicron, Muhadjir mengungkapkan, pembelajaran tetap dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Terlebih, pemerintah saat ini mempercepat vaksinasi Covid-19 pada anak. Sekolah juga dilibatkan guna memacu laju vaksinasi anak, terutama usia 6‒11 tahun. ”PTM terbatas harus dilakukan karena kalau tidak, nanti kehilangan kesempatan belajarnya semakin jauh,” jelas mantan Mendikbud tersebut.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti menegaskan, SKB empat menteri terbaru kini lebih rigid soal aturan proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Misalnya, mengenai kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang wajib divaksin Covid-19 sebelum mengadakan PTM terbatas. Selain itu, kuota siswa dalam PTM terbatas turut dipengaruhi jumlah PTK yang sudah divaksin dosis lengkap. ”Sekarang kita masukkan (ketentuan PTK wajib vaksin, Red) untuk memastikan tidak terjadi penularan di sekolah,” paparnya.

Mengenai Omicron, Suharti memastikan bahwa aturan PTM terbatas itu juga bergantung pada status PPKM di daerah tersebut. Bila ada perubahan status PPKM, ketentuan PTM terbatas otomatis mengikuti. Misalnya, suatu daerah dinyatakan berada di PPKM level 3, lalu cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap PTK di bawah 40 persen, maka dilarang adanya PTM terbatas. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh sepenuhnya. (jpc/jm)

  • Dipublish : 30 Desember 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami