Kasus Rapid Test Antigen Bekas, Polisi Amankan Uang Rp 149 Juta

Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jaringanmedia.co.id – Penyidik dari Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penggunaan alat uji cepat atau dikenal rapid test antigen Covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang oleh petugas PT Kimia Farma. Bahkan, dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 149 juta.

Kapolda Sumatera Utara mengatakan penggunaan alat uji cepat Covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik sudah dilakukan sejak Desember 2020. Pihak kepolisian menetapkan lima orang tersangka, berinisial PM, DP, SP, MR dan RN.

Salah satu tersangka, yakni PM merupakan Plt Brance Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan R A Kartini. “Dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Desember 2020,” katanya seperti dikutip Antara di Mapolda Sumut, Medan, Kamis (29/4).

BACA JUGA: keterlaluan alat tes bekas dicuci dikemas lalu dipakai lagi 

Ia mengatakan kegiatan daur ulang alat uji cepat Covid-19 oleh kelima orang tersebut itu dilakukan di laboratorium Kantor Kimia Farma di Jalan R A Kartini Medan.

“Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan, dikumpulkan. Kemudian dicuci, dibersihkan dan dikemas kembali. Selanjutnya dikirim ke Bandara Kualanamu,” tuturnya.

Adapun motif para tersangka melalukan tindak pidana kesehatan tersebut yakni untuk mendapatkan keuntungan. “Barang bukti kita amankan Rp 149 juta dari tangan tersangka,” ujarnya.

Ditanya mengenai jumlah pengguna layanan tes cepat Covid-19 dengan alat bekas tersebut, Ia menyebut masih dalam penyelidikan. Namun, estimasi pengguna layanan tes uji cepat Covid-19 di Bandara Kualanamu, mencapai 200 orang per hari. (jawapos/jm)

  • Dipublish : 30 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami