Kasus Rp 50 M di Kasino Luar Negeri, Komisi III DPR Akan Panggil PPATK

(dok Jawapos.com)
(dok Jawapos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendesak agar Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menindak dan mengumumkan kepala daerah yang menyimpan uangnya di kasino luar negeri. Agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“PPATK harus membuktikan itu, jika memang ada dugaan, kenapa diam,” ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/12).

Jazilul juga mengaku aneh dengan sikap PPATK yang tidak memanggil kepala daerah bersangkutan. Jangan seperti‎ adanya transaksi mencurigakan dari kasus narkoba. Sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya.

“Diproses aja jika memang itu ada dugaan yg tidak benar. Kenapa juga tidak dipanggil terdugannya untuk diklarifikasi. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan satu sama lain,” katanya.

Lebih lanjut, Jazilul yang merupakan anggota Komisi III DPR itu akan menjadwalkan memanggil PPATK terkait temuannya tersebut. Hal itu untuk mengkonfirmasi dugaan temuan-temuan kepala daerah menyimpan uang di kasino luar negeri tersebut.

‎”Tentu akan dipertanyakan, apa tujuannya dan maksudnya,” ungkapnya.

Diketahui, PPATK‎ menduga ada transaksi keuangan yang dilakukan sejumlah kepala daerah di luar negeri. Uang yang ditransaksikan tersebut diduga disimpan dalam rekening kasino.

Nominal uang dalam valuta asing yang disimpan di rekening kasino tersebut mencapai Rp 50 miliar. Namun, PPATK tidak mengungkapkan secara rinci kepala daerah yang diduga melakukan hal itu.

“Kami menelusuri adanya transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing. Jumlahnya pun signifikan, sekitar Rp 50 miliar (yang disimpan) ke rekening kasino di luar negeri,” kata Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin. (jp)

  • Dipublish : 17 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami