Kasus Tanah dengan Nus Kei Terjadi Sejak John Kei di Nusa Kambangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Permasalahan tanah yang terjadi antara John Kei dan Nus Kei diketahui telah berjalan lama. Awal mula kasus ini bergulir pada saat John Kei masih mendekap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Permisan, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat itu John Kei meminta Nus Kei untuk mengurus proses penjualan tanah di Ambon, Maluku. Sebab, dia tak bisa mengurus langsung karena masih menjadi nara pidana.

“Ada perkara tanah yang saat itu memang John Kei minta tolong kepada Nus Kei untuk segera diuruskan, karena John Kei pada saat itu ada di Nusa Kambangan, kemudian minta tolong minta untuk diuruskan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4).

Permasalahan muncul usai John Kei mendapat pembebasan bersyarat pada Desember 2019. Usai menghirup udara bebas, John Kei mendengar informasi jika tanah tersebut sudah dibayar oleh pembeli, dan uangnya sudah dipegang oleh Nus Kei.

Namun, Nus Kei mengaku belum menerima pembayaran. John Kei kemudian merasa tidak sabar atas hal tersebut. Dia bahkan merasa dikhianati oleh Nus Kei sehingga terjadi penyerangan.

“Pak Nus Kei juga sudah sempat menyampaikan bahwa tidak sabar atau gimana gitu. Tapi ini memang adalah ada kasus tanah di Maluku, yang menurut John Kei sudah dibayar tapi menurut Nus Kei itu belum,” jelas Yusri.

Sebelumnya, keributan terjadi di Green Lake City, Kota Tangerang , Banten pada Minggu (21/6). Dalam peristiwa ini, terdengar pula suara tembakan. Sekuriti setempat bahkan sempat menutup gerbang perumahan namun, dirusak dengan ditabrak mobil oleh para pelaku.

Pada hari yang sama, tersebar kabar aksi penganiayaan menimpa seorang warga berinisial YC, 45 di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban dicegat oleh sekelompok orang saat sedang berkendara. Dia pun langsung dihujani senjata tajam hingga dinyatakan tewas usai dilarikan ke rumah sakit.

Kedua periatiwa tersebut diduga dilakukan oleh kelompok yang sama. Usai dilakukan pengejaran, polisi berhasil mengamankan 30 orang. Salah satu yang diamankan adalah John Refra Kei alias John Kei (JK). Mereka ditangkap di markas kelompok John Kei di Jalan Titian Indah Utana X, Bekasi, Jawa Barat. (jp)

  • Dipublish : 24 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami