KBRI Diminta Bertindak Cepat Selamatkan WNI di Kota Wuhan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SIDOARJO – Salah satu mahasiswa dari Unesa Surabaya, Aprilia saat ini berada di Kota Wuhan, China yang menjadi lokasi merebaknya virus corona.

Aprilia tidak bisa pulang ke Indonesia akibatnya merebaknya wabah tersebut. Sementara di Sidoarjo, Jatim orang tua Aprilia sangat gelisah berharap putri mereka kembali ke tanah air.

Trisuto, ayah Aprilia berharap pemerintah (KBRI) untuk cepat mengambil sikap untuk evakuasi 12 pelajar asal Jawa Timur ke tempat yang lebih layak dan terhindar dari penyebaran virus corona.

Ditemui di rumahnya, warga Desa Tanggul Wetan Wonoayo Krian, Sidoarjo itu masih cemas memikirkan keadaan putri sulungnya yang kini sedang menjalani studi di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan.

“Aprilia selalu mengirim pesan singkat dan mengatakan saat ini sedang bersama dengan 11 temannya dan ditempatkan di dalam lingkup asrama kampus di Central China Normal University (CCNU) dalam kondisi baik- baik saja,” ujar Trisuto.

Untuk kebutuhan makan dan tindakan medis 12 mahasiswa Unesa sudah mendapat bantuan dari pemerintah dan pihak KBRI.

Dalam asrama, semua mahasiswa dalam pengawasan tim kesehatan yang selalu melakukan pemeriksaan setiap harinya. Namun, itu tidak membuat keluarga Aprilia lega. Trisuto tetap berharap anaknya bersama 11 temannya dievakuasi meski Wuhan sudah terisolasi.

“Kami berharap dievakuasi ke tempat yang lebih aman, atau setidaknya bisa kembali ke tanah air,” pungkasnya. (jpnn/fajar/jm)

  • Dipublish : 27 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami