Kebakaran Hutan Amazon, Brasil Menolak Bantuan Dana

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BRASILIA – Pemerintah Brasil menolak bantuan dana bernilai jutaan dolar dari negara anggota G-7, untuk menangani kebakaran hutan Amazon.

“Kami menghargai (tawaran bantuan dana), tapi mungkin sumber daya itu lebih relevan untuk reboisasi Eropa,” kata kepala staf kepresidenan Brasil, Bolsonaro Onyx Lorenzoni, seperti dikutip laman France 24, Selasa (27/8).

Bantuan itu diumumkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam penutupan KTT G7 pada Senin 26 Agustus, yakni sebesar US$ 22 juta, atau setara Rp 285 miliar.

Sementara itu, terdapat pula janji bantuan terpisah dari Inggris dan Kanada, yang masing-masing bernilai US$ 12 juta (setara Rp 171 miliar) dan US$ 11 juta (setara Rp 156 miliar).

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (27/8), Macron menyatakan, dana itu akan segera tersedia dalam waktu dekat, seraya mengatakan Prancis juga akan menawarkan dukungan militer dalam pengetasan masalah kebakaran hutan Amazon.

Alih-alih mengapresiasi atas kepedulian negara-negara G7, Bolsonaro justru mencela Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Macron bahkan tidak bisa menghindari kebakaran yang dapat diprediksi di sebuah gereja yang merupakan bagian dari warisan dunia, dan dia ingin memberi pelajaran untuk negara kita?” kritik Lorenzoni, merujuk pada kebakaran katedral Notre-Dame Paris pada April lalu.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Brazil Ricardo Salles mengatakan, pihaknya menyambut baik bantuan dana G7 untuk memerangi kebakaran hutan Amazon yang mencapai rekor tahun ini. Tetapi setelah pertemuan antara Bolsonaro dan para menterinya, pemerintah Brasil mengubah arah.

Sementara itu, data baru yang dirilis pada hari Senin, menunjukkan bahwa ratusan kebakaran baru telah meluas di bagian hutan hujan Amazon di Brazil.

Sekitar 1.113 kebakaran baru terjadi pada hari Sabtu dan Minggu, menurut Lembaga Penelitian Angkasa Luar Brasil (INPE), yang memantau deforestasi.

Meskipun ada peningkatan, Menteri Pertahanan Brasil Fernando Azevedo e Silva pada hari Senin, mengklaim bahwa kebakaran hutan Amazon berada di bawah kendali.

“Itu sedikit dibesar-besarkan bahwa situasinya di luar kendali, tidak benar!” katanya.

Kebakaran hutan Amazon biasa terjadi selama musim kemarau Brasil, tetapi jumlahnya telah melonjak tahun ini.

INPE telah melihat lebih dari 77.000 kebakaran hutan di Brasil sejak awal Januari, sebuah rekor sejak institut itu mulai mencatat pada tahun 2013, naik lebih dari 80 persen pada jumlah untuk periode yang sama tahun lalu.

Para pemerhati lingkungan dan organisasi non-pemerintah telah mengaitkan kebakaran hebat itu dengan pembukaan lahan untuk pertanian dan industri, dengan INPE sendiri mengesampingkan fenomena alam yang bertanggung jawab atas lonjakan terkait.

Para pengeritik mengatakan, pelemahan Bolsonaro terhadap badan lingkungan Brazil, IBAMA, dan dorongan membuka wilayah Amazon untuk aktivitas komersial yang lebih besar, telah membuat beberapa pihak berani menciptakan impunitas dalam menebang hutan secara ilegal.

Kebakaran itu telah memicu kemarahan internasional dan menyebabkan pertikaian diplomatik antara Bolsonaro dan Macron selama sepekan terakhir.(fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 28 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami