Kebijakan Militer China Bikin Jepang Prihatin

Dokumentasi - Sejumlah pesawat tempur dari kapal induk China Liaoning mengadakan latihan di sebuah wilayah di Laut China Selatan, Senin (2/1/2017). Foto: ANTARA/REUTERS/Mo Xiaoliang/am.
Dokumentasi - Sejumlah pesawat tempur dari kapal induk China Liaoning mengadakan latihan di sebuah wilayah di Laut China Selatan, Senin (2/1/2017). Foto: ANTARA/REUTERS/Mo Xiaoliang/am.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, TOKYO – Jepang menuding tujuan militer China tidak jelas dan ekspansi cepat angkatan bersenjatanya perlu menjadi perhatian serius –keadaan yang mengharuskan Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia lainnya bersatu untuk melawan Beijing.

“China telah meningkatkan kapasitas militernya dengan sangat cepat dan kami tidak yakin apa niat China,” kata Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi kepada subkomite keamanan dan pertahanan Parlemen Eropa. “Dan kami sangat prihatin dengan ini,” kata dia melalui tautan video, Kamis.

Baca Juga: Vietnam Akan Berlakukan Euro 5, Produk Indonesia Harus Segera Menyesuaikan

Para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Senin (14/6) mengatakan untuk pertama kalinya bahwa kebangkitan China menghadirkan “tantangan sistemik”. Perjalanan delapan hari Presiden AS Joe Biden ke Eropa berfokus pada menggalang dukungan untuk strategi Amerika guna menahan kekuatan China yang meningkat.

Baca Juga: Ekspor Gurita ke Jepang Tembus Rp1,03 Miliar

Kantor misi China untuk Uni Eropa (EU) menegur NATO dan mengatakan pihaknya “berkomitmen pada kebijakan pertahanan yang bersifat defensif.” Kishi mengatakan kepada anggota parlemen EU bahwa rudal balistik China serta keputusan Beijing untuk meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi empat kali lipat dari Jepang dan militerisasi pulau-pulau di Laut China Selatan perlu “diamati dengan waspada” untuk “menjaga perdamaian.”

“Mereka memperluas anggaran pertahanan nasional mereka secara besar-besaran. “Masyarakat internasional harus bangkit dengan satu suara untuk mendekati China,” kata dia. Kishi juga meminta China untuk menjelaskan mengapa negara itu mengembangkan angkatan udaranya dengan cepat, yang sekarang terbesar ketiga di dunia, menurut data Departemen Pertahanan AS. (jpnn/jm)

 

  • Dipublish : 21 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami