Kebutuhan Hewan Kurban Dipastikan Tercukupi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2019, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban 2019 tercukupi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut Diarmita di Subang, Jawa Barat, pekan lalu.

Menurut dia, berdasarkan data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, pada Idul Adha 2019 ini, proyeksi kebutuhan pemotongan hewan kurban diperkirakan akan mencapai 1.346.712 ekor, terdiri dari 376.487 ekor sapi, 12.958 ekor kerbau, 716.089 ekor kambing, dan 241.178 ekor domba.

“Ini adalah angka estimasi jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini. Kita perkirakan ada kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban sebesar 10 persen dari jumlah pemotongan tahun lalu (2018),” ujar Ketut dilansir dari laman resmi Kementan, Kamis (8/8).

Untuk memastikan ketersediaan dan pemenuhan stok hewan kurban ini, Ditjen PKH telah melakukan koordinasi dengan Dinas yang Membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh provinsi di Indonesia.

Ketut juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), total populasi sapi potong, sapi perah, dan kerbau di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 18.120.831 ekor dengan rincian populasi sapi potong sebanyak 16.648.691 ekor, sapi perah 604.467 ekor, dan kerbau 877.673. ekor.

Adapun untuk populasi sapi potong dapat dirinci menjadi Sapi Bali sebanyak 32,91 persen, Onggole 15,15 persen, Madura 6,79 persen, Simental 9,08 persen, Limosin 11,23 persen, Brahman 4,14 persen, Brahman Cros 0,36 persen, Aceh, 6,12 persen, dan sapi jenis lainnya 14,20 persen.

Ketut menjelaskan, beragamnya rumpun sapi potong baik asli maupun lokal merupakan potensi basis yang kedepannya harus ditingkatkan daya saingnya. Sapi potong asli indonesia diantaranya tediri dari Sapi Bali, Aceh, Madura, dan Sapi Pesisir.

Sedangkan sapi yang termasuk dalam rumpun lokal, seperti Sapi Sumba Ongole (SO), Peranakan Ongole (PO), dan rumpun sapi lainnya yang telah beradaptasi dan dikembangkan dengan baik dengan kondisi lokal.

“Keberagaman rumpun sapi potong asli tersebut, menjadi modal dasar bagi Indonesia dalam memproduksi daging sapi untuk kebutuhan masyarakat,” ucap dia.

Dia mengungkapkan, pemerintah telah mengambil kebijakan dalam pegembangan dan perbaikan mutu genetik ternak sapi potong untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha terhadap ternak sapi potong yang memiliki persentase karkas yang tinggi dan produktivitas yang efisien.

Kebijakan pengembangan ternak sapi potong di Indonesia yang dilakukan antara lain adalah dengan pemurnian genetik ternak sapi potong.

Kementan memiliki empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) untuk sapi potong, yakni BPTU Indrapuri di Aceh, BPTU Padang Mangatas di Sumatera Barat, BPTU Sembawa di Sumatera Selatan, dan BPTU Sapi Bali di Bali.

Peternak Sapi asal Lampung sekaligus mantan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Nanang memperkirakan minat berkurban masyarakat tahun ini menurun.

“Tahun ini permintaan untuk kurban turun, karena daya beli mereka turun kemungkinan karena berbarengan dengan masuknya anak sekolah,” ujar Nanang kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (8/8).

Dia mengaku tahun ini hanya menjual 70 ekor sapi untuk kurban padahal tahun lalu masih 150 ekor. Namun untuk harga menurutnya tidak ada kenaikan.

“Harga masih di kisaran Rp55.000-Rp70.000/kg tergantung jenis dan kualitas sapinya,” ujar Nanang.

Sebagai mantan Ketua PDHI ia juga menyampaikan kalau untuk penanganan kesehatan hewan kurban sudah dilakukan dengan baik oleh tim yang disebar oleh Kementan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena ada pengecekan oleh dokter hewan di lapangan ke sentra-sentra pemotongan hewan kurban.

(ds/din/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 9 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami