Kecam WHO, Trump: Gagal Atasi Pandemi dan Terlalu Fokus ke Tiongkok!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai cemas dengan penularan wabah virus Korona yang makin merajalela. Dalam sehari yakni pada Selasa (7/4) AS mencatat tambahan kasus kematian sebanyak 1.970 jiwa. Kini, jumlah meninggal akibat Covid-19 di AS mencapai 12.841 orang. Sementara jumlah pasien positif mencapai 400.335 orang.

Trump sepertinya sudah kehabisan akal untuk mengatasi penularan wabah Covid-19. Sampai-sampai, dia mengkritik dan mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump menuduh WHO terlalu fokus ke Tiongkok. Selain itu, WHO disebutnya lebih sering mengeluarkan nasihat buruk selama wabah merebak. Dan, tanpa tedeng aling-aling, Trump menilai WHO sudah gagal dalam mengatasi pandemi global Covid-19.

Tiongkok yang merupakan tempat munculnya wabah pertama kali kini sudah mulai berangsur normal. Pertambahan kasus baru menurun drastis, sementara jumlah kesembuhan meningkat. Kini, per Rabu (8/4), kasus aktif virus Korona di Tiongkok tinggal 1.190. Bandingkan dengan di AS yang masih 365.820 kasus.

“WHO benar-benar gagal,” sebut Trump dalam posting Twitter-nya seperti dikutip Reuters.

“Untuk beberapa alasan, meski sebagian besar WHO didanai oleh AS, mereka sangat Tiongkok sentris. Kami akan memperhatikan isu ini. Untungnya saya menolak saran mereka membuka perbatasan kami ke Tiongkok sejak awal. Mengapa mereka memberi kami rekomendasi yang salah seperti itu?”imbuh cuitan Trump.

Terkait kecaman Trump, sampai saat ini WHO tidak menanggapi.

Seperti diketahui, pada 31 Januari lalu, WHO menyarankan negara-negara untuk membiarkan perbatasannya tetap terbuka meski wabah Covid-19 menyebar. Namun, WHO menegaskan negara-negara memiliki hak mengambil langkah-langkah guna melindungi warganya.

Pada hari yang sama, Trump mengumumkan pembatasan perjalanan dari Tiongkok untuk menangkal penularan virus Korona. Kaum konservatif AS kian keras mengkritik WHO selama pandemi global dengan mengatakan mereka terlalu mengandalkan data wabah virus Korona yang salah dari Tiongkok.

Bahkan, pada pekan lalu, Senator Marco Rubio menyerukan agar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengundurkan diri. Dia menyebut Tedros membiarkan Tiongkok memanfaatkan WHO untuk menyesatkan masyarakat dunia terkait wabah virus Korona. (jp)

  • Dipublish : 8 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami