Kejagung Sita 20 Kapal Milik Heru Hidayat, Berkaitan Kasus ASABRI

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung menyita 20 kapal yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT. ASABRI. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung menyita 20 kapal yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT. ASABRI. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung menyita 20 kapal yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT. ASABRI. Puluhan kapal itu merupakan milik Komisaris PT. Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat yang juga terjerat dalam kasus ini.

“Ada 20 kapal disita, kasus ASABRI punya HH (Heru Hidayat),” kata Direktur Penyidikan Jam Pidsus Kejagung, Febrie Adriansyah di Kompleks Kejagung, Rabu (10/2).

Menurut Febrie, kapal yang disita salah satunya Liquefied Natural Gas (LNG) Aquarius, termasuk salah satu kapal terbesar di Indonesia. “Kapalnya satu terbesar di Indonesia,” beber Febrie.

Penyidik Kejagung juga telah menyita 566 bidang tanah milik Benny Tjokorosaputro yang juga menjadi tersangka kasus ASABRI. Penyidik Jampidsus Kejagung menyegel 194 hektare terdiri dari 566 bidang tanah di daerah Maja, Kabupaten Lebak yang diduga berkaitan dengan kasus ASABRI.

Penyidik Jam Pidsus Kejagung telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait kasus korupsi PT ASABRI, antara lain dua mantan Direktur Utama ASABRI Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur ASABRI Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham W Siregar.

Serta dua tersangka dalam kasus ini, sama dengan terdakwa dalam megakorupsi pada Asuransi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

PT. ASABRI diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742,58. Hal ini diketahui berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

Serta melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (jawapos.com)

  • Dipublish : 10 Februari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami