Kejaksaa Agung Menyita Aset Tersangka Jiwasraya

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Gedung Jampidsus sekarang menjadi tempat paling angker bagi yang bersinggungan dengan kasus Jiwasraya karena semua permasalahan dlperiksa disana seperti terlihat kemarin, Kamis (16/1/2019). Tim penyidik Kejaksaan agung sampai saat ini, telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 132 orang saksi dari internal maupun eksternal, melakukan penggeledahan di 15 tempat dan menyita sejumlah aset serta mengeluarkan surat pencekalan kepada 13 orang dan sudah menetapkan lima orang tersangka dalam upaya penanganan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Penyidik pidana khusus Kejaksaa Agung, terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (persero). Setelah menahan lima tersangka, penyidik melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang. Di antaranya kendaraan roda empat dan roda dua milik mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo.

Pakar Hukum Pidana Suparji Ahmad meminta penyidik tidak tebang pilih dalam melakukan upaya penegakan hukum. Artinya semua kediaman tersangka harus digeledah. Termasuk sejumlah aset juga disita sebagai langkah antisipasi pengembalian keuangan negara.

Dia menjelaskan penggeledahan dan penyitaan adalah bagian pengumpulan alat bukti untuk proses hukum selanjutnya. Agar diperoleh barang bukti yang meyakinkan, perlu dilakukan penyitaan agar relevan dengan kasus yang ditangani. “Tertundanya penyitaan akan menyebabkan penghilangan barang bukti,” kata Suparji kepada FIN di Jakarta, Kamis (16/1).

Selain itu, dia juga meminta Kejaksaan Agung transparan terkait apa-apa saja barang yang disita. “Supaya ada kejelasan dalam proses hukum,” imbuhnya.

Dengan adanya tindakan penggeledahan dan penyitaan aset milik tersangka, akan ada penambahan jumlah tersangka. Tim penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus ini. “Kemungkinan ada tersangka baru. Karena ini perkara besar dan berlangsung lama. Sehingga diduga melibatkan banyak orang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hary Setiyono mengatakan pemeriksaan sejumlah pihak yang diduga mengetahui persoalan ini terus berjalan.

Penyidik, kata Hary, menjadwalkan tujuh orang saksi untuk diperiksa. Namun saksi yang hadir hanya empat orang. Yakni Guntur Surya Saputra selaku Direktur PT Pinnecle Investment, Direktur PT Treasure Fund Investama, Dwinanto Amboro selaku, Kepala Bagian Keuangan Divisi Investasi PT Jiwasraya (persero) Chandra Triana dan Dicky Kurniawan selaku Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan PT Jiwasraya (persero).

Sedangkan yang mangkir adalah Direktur PT Milenium Capital Management Fahyudi Djaniatmadja, Direktur PT Jasa Capital Asset Management Rudolfus Pribadi Agung Sujagad dan Adi Pratomo Aryanto selaku Kepala seksi Transaksi pada Bagian Keuangan Divisi Investasi PT Jiwasraya (Persero). “Dari tujuh saksi, empat orang hadir menjalani pemeriksaan,” jelas Hary di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (16/1). Menurutnya, proses penggeledahan dan penyitaan aset milik para tersangka masih terus dilakukan tim penyidik.

Seperti diberitakan, Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menahan lima tersangka kasus korupsi yang merugikan negara Rp 13,7 Triliun. Mereka adalah Hendrisman Rahim (mantan Dirut Asuransi Jiwasraya dua periode tahun 2008-2018), Harry Prasetyo (mantan Dirut Keuangan PT Jiwasraya tahun 2008-2018), Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Jiwasraya periode 1 Juli 2008 – Desember 2014), Heru Hidayat (Komisaris Utama Trada Alam Minera tbk), Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hansen International tbk).(fin)

  • Dipublish : 17 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami