Kejuaraan Asia 2019, Tujuh Atlet Indonesia Lolos ke Semifinal

Atlet panjat tebing Indonesia Fujiyanti Widia (kiri) dan Salsabila (kanan) berlaga pada babak kualifikasi nomor boulder putri Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat (7/11). (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Atlet panjat tebing Indonesia Fujiyanti Widia (kiri) dan Salsabila (kanan) berlaga pada babak kualifikasi nomor boulder putri Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat (7/11). (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Indonesia meloloskan tujuh atletnya ke semifinal boulder Asian Climbing Championship 2019. Mereka terdiri atas dua putra dan lima putri. Perjuangan untuk menembus babak puncak ditunjukkan hari ini di Stadion Pakansari, Bogor.

Ada enam tiket ke final yang diperebutkan untuk setiap kategori.

Di kategori putra, Indonesia meloloskan Temi Lasa dan Fatchur Roji. Keduanya akan bersaing dengan climber top five dunia di nomor boulder seperti Yoshiyuki Ogata dan Kokoro Fujii. Keduanya dari Jepang. Untuk kategori putri, Indonesia diwakili Nurul Iqamah, Choirul Umi Chayaning Ayub, Fujiyanti Widia, Salsabila, dan Ragil Rakasiwi Kharisma.

Peluang Indonesia memang kecil. Untuk putra, sejauh ini capaian terbaik Roji hanya babak perempat final dalam seri IFSC World Cup di Chongqing.

Sementara itu, Temi kali terakhir mengikuti seri IFSC World Cup di Wujiang. Saat itu dia tidak lolos babak kualifikasi. Meski begitu, mereka tetap bersemangat. ’’Target pribadi sih ingin dapat (juara, Red). Namun, persaingan memang berat dan Indonesia kelasnya belum mencapai ke sana,’’ ujar Temi.

Pelatih Judistiro menuturkan bahwa target timnya untuk kategori boulder memang tidak muluk. Yakni meloloskan lebih banyak climber dari babak kualifikasi. Sebab, dalam beberapa kejuaraan sebelumnya, hanya satu atau dua atlet yang bisa lolos. ’’Yang penting bagaimana caranya bisa meningkatkan kemampuan. Jika dibandingkan dengan kejuaraan sebelumnya, sekarang sebagian besar sudah bisa,’’ papar Judistiro.

Dia menyatakan, nomor lead dan boulder memiliki jalur serta tingkat kesulitan bervariasi. ’’Target (juara) belum karena masih didominasi Jepang dan Korea Selatan,’’ ucapnya. (jp)

  • Dipublish : 8 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami