Kekurangan Pasokan Masker, Thailand Dorong Warga Bikin Masker Sendiri

Seorang pekerja sedang merapikan masker. Thailand kekurangan pasokan masker dan pemerintah mendorong warganya untuk membikin sendiri (STR / AFP)
Seorang pekerja sedang merapikan masker. Thailand kekurangan pasokan masker dan pemerintah mendorong warganya untuk membikin sendiri (STR / AFP)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Thailand,- Kebutuhan akan masker akibat mewabahnya virus Korona semakin tinggi di sejumlah negara, tak hanya di Tiongkok. Terutama di negara-negara yang terpapar virus Korona. Salah satunya di Thailand. Bahkan, otoritas kesehatan Thailand menyebut sampai kekurangan pasokan masker.

Sebagai jalan untuk mengatasinya, Thailand mendorong warganya membuat masker dan pembersih tangan antiseptik sendiri di rumah. Itu digunakan untuk melindungi diri dari penyebaran virus Korona jenis baru.

Thailand sendiri telah melaporkan total 25 kasus virus Korona yang menginfeksi warga mereka. Thailand lantas menempatkan masker bedah dan pembersih antiseptik di bawah daftar barang yang dikontrol pada awal pekan ini. Ketersediaan di toko-toko semakin langka.

Oleh karena itu, otoritas kesehatan Thailand mendemonstrasikan cara membuat cairan pembersih dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi. “Apabila Anda tidak dapat menemukan pembersih tangan di toko-toko, buatlah sendiri. Campurkan air bersih dengan alkohol dan bawa campuran itu kemana Anda pergi,” kata Menteri Kesehatan Publik Anutin Charnvirakul dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.

“Kita harus melindungi diri sendiri dari virus itu. Makanlah makanan hangat (yang telah dimasak), gunakan sendok, pakai masker, dan cuci tangan.”

Thailand sudah mulai memberlakukan pengendalian harga masker dan pembersih tangan saat pasokan di toko-toko kesehatan yang menipis. Oleh karena itu, siapapun yang menjual masker dan pembersih tangan dengan harga tinggi, dapat dihukum sampai dengan tujuh tahun penjara atau didenda sampai dengan 140.000 baht.

Masyarakat diperbolehkan membeli sampai dengan 10 buah masker dalam satu transaksi. Sedangkan yang mengekspor lebih dari 500 masker harus mendapatkan izin dari otoritas perdagangan terlebih dahulu.

Sebelumnya, Pemerintah Thailand juga sudah membagikan 45.000 masker bedah secara gratis pada pekan lalu di berbagai lokasi yang dianggap berisiko terjangkiti virus Korona. Sebagian besar adalah daerah wisata di Bangkok. Pemerintah juga akan mulai menjual jutaan masker mulai Sabtu (8/2) melalui toko-toko yang disponsori pemerintah.

Kasus virus Korona yang dilaporkan di Thailand mencakup 16 warga negara Tiongkok dan sembilan WN Thailand. Sembilan orang telah sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara yang lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit. (jp/jm)

  • Dipublish : 7 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami