Keluarkan SE, Kemendikbud Imbau Mahasiswa Tidak Lakukan Demo

ILUSTRASI. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau para mahasiswa untuk tidak ikut aksi unjuk rasa lewat Surat Edaran (SE) karena alasan Covid-19. (Destyan Sujarwoko/Antara)
ILUSTRASI. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau para mahasiswa untuk tidak ikut aksi unjuk rasa lewat Surat Edaran (SE) karena alasan Covid-19. (Destyan Sujarwoko/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Disahkannya ominubus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) tak hanya mendapat penolakan dari buruh. Tapi, mahasiswa pun turun ke jalanan untuk menyuarakan penolakan omnibus law UU Ciptaker. Terkait demo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun mengimbau para mahasiswa untuk tidak ikut aksi unjuk rasa.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1035/E/KM/2020 yang berisikan himbauan pembelajaran secara daring dan sosialisasi UU Ciptaker tertanggal 9 Oktober. SE yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam ini ditujukan untuk para pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kemendikbud. Serta tembusan kepada Mendikbud Nadiem Makarim, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I-XVI.

Secara garis besar, SE tersebut tertulis agar mahasiswa dan mahasiswi tidak turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Sebab, kondisi Covid-19 masih belum mereda.

“Mengimbau para mahasiswa/mahasiswi untuk tidak turut serta dalam kegiatan demonstrasi/unjuk rasa/penyampaian aspirasi yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan para mahasiswa/mahasiswi di masa pandemi ini,” ucap dia dalam SE tersebut yang dikutip JawaPos.com, Selasa (13/10).

Selain itu, para pimpinan perguruan tinggi diminta untuk segera memberikan penjelasan isi serta mengkaji secara menyeluruh UU Ciptaker. Sehingga nantinya, hasil pemikiran dari UU Ciptaker dapat disampaikan kepada DPR dan pemerintah dengan cara yang santun. Tanpa aksi demonstrasi.

Lewat SEnya, Kemndikbud juga menginstruksikan para dosen untuk tidak memprovokasi mahasiswa untuk mengadakan aksi unjuk rasa. Lebih baik mendorong mahasiswa melakukan kegiatan intelektual dalam mengkritisi UU Ciptaker maupun produk kebijakan lainnya.

“Mengimbau para orang tua/wali mahasiswa untuk yurut menjaga putra/putrinya agar melakukan pembelajaran dari tempat tinggal masing-masing,” tulisnya. (jp)

  • Dipublish : 13 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami