Kemarau Panjang, 6.948 Hektare Padi Gagal Panen

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

WATANSOPPENG – Musim kemarau panjang berdampak terhadap pertanian di Soppeng. Sebanyak 6.948 hektare padi petani mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Soppeng, Fajar mengatakan musim tanam April-September sebanyak 16.588 haktera di Soppeng. Produksi padi dipastikan turun drastis akibat kekeringan.

“Akibat kekeringan musim tanam periode April-September padi mengalami puso 6.948 hektare dan masih terancam 786 hektare,” sebut Fajar, Jumat, 11 Oktober.

Fajar merinci, padi yang paling banyak puso di Kecamatan Ganra sebanyak 1.710 hektera. Disusul Kecamatan Marioriawa 1.617 hektare, Donri-donri 1.612 hektare, Lalabata 1.050 hekatare, Liliriaja 463 hektare, Marioriwawo 311 hektare, Lilirilau 121 hektare, dan Citta 63 hektare.

“Petani berharap bantuan benih padi, agar bisa kembali melakukan penanaman dari awal jika sudah turun hujan,” tambahnya.

Petani Ganra, Baheru mengaku merugi. Ia tidak bisa berbuat banyak, karena air irigasi yang sulit. (fin)

  • Dipublish : 12 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami