Kemendikbud Siap Tampung 18 Ribu Pasien Corona

Foto : Iwan tri wwahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim mendengarkan pertanyaan dari anggota dewan saat rapat kerja (Raker)dengan Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta (Kamis (12/12/2019).
Foto : Iwan tri wwahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim mendengarkan pertanyaan dari anggota dewan saat rapat kerja (Raker)dengan Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta (Kamis (12/12/2019).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan asrama berkapasitas 18 ribu lebih untuk digunakan bagi pasien virus Corona (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, bahwa sejumlah asrama yang dipersiapkan tersebut untuk digunakan bagi pasien yang terjankit virus corona.

Menurutnya, Kemendikbud juga akan menyiapkan fasilitas milik asrama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

“Asrama ini bisa menampung hingga 18 ribu lebih pasien. Nantinya, sebagai tempat karantina atau isolasi Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang membutuhkan perawatan intensif,” kata Nadiem, Kamis (26/3).

Selain itu, kata Nadiem, pihaknya juga menyiapkan sejumlah Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di bawah naungannya, RSP juga diminta untuk menangani pasien Korona.

“Kita menyiapkan RSP di bawah Kemendikbud untuk siap merawat pasien covid-19 mengikuti kapasitasnya masing-masing,” ujarnya.

Nadiem menyatakan, bahwa sudah ada 13 RSP yang ditunjuk oleh pihaknya untuk menjadi RS rujukan pasien. Mulai dari RSP Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya hingga Universitas Sumatera utara.

“Karena masa depan nyawa masyarakat dan ekonomi Indonesia ada di tangan kita semua. Bukan hanya pemerintah saja dan solusi kemenangan ini bisa kita raih hanya kalau kita bersatu dalam situasi seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, Kemendikbud juga menyiapkan relawan untuk membantu mengatasi para korban pandemi virus corona tersebut. Dalam pendaftaran fase pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mendapatkan 15 ribu relawan kesehatan.

“Saya apresiasi semangat mahasiswa dalam tiga hari, terdaftar 15.000 relawan. Saya terharu melihat keberanian, melihat motivasi, dan nasionalisme mahasiswa fakultas kesehatan dan relawan lainnya,” ujarnya.

Nadiem berterima kasih atas besarnya keinginan relawan untuk turut berperan dalam kegiatan kemanusiaan ini. Sebab, penyebaran covid-19 di Indonesia kian masif.

“Mobilisasi relawan ini benar-benar semangat gotong royong. Inilah jiwa semangat dokter dan tenaga medis, ini terbukti semangat anak termuda kita di bidang kesehatan itu luar biasa,” lanjut dia.

Relawan nantinya bakal membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan. Relawan bakal menjalankan fungsi komunikasi dan edukasi.

“Membantu Pemerintah Daerah dalam tracing dan tracking dan membantu melayanai call center di pusat, di daerah atau pusat layanan covid-19,” kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizar.

Nizam menjelaskan, relawan yang bergerak pada nonmedis tidak menangani pasien secara langsung. Namun, bagi relawan medis dan harus berhubungan dengan orang yang diduga terjangkit Covid-19 maka wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD).

“Tidak boleh relawan terjun ke lapangan tanpa APD,” ujarnya.

Rekrutmen relawan tersebut, kata Nizam, bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Institusi Profesi Ners Indonesia (AIPNI), Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI), dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI).

Adapun kriteria relawan, lanjut Nizam, yakni dalam keadaan sehat, tidak merokok dan sejenisnya, siap untuk berkomitmen dan bertanggung jawab disertai surat izin dari keluarga (wali/pasangan).

“Kompetensi relawan yang dibutuhkan yakni tenaga medis, tenaga kesehatan, dokter internship, mahasiswa kesehatan dan lainnya. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan http://bit.ly/RelawanKemdikbud,” pungkasnya. (der/fin)

  • Dipublish : 27 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami