Kemendikbudristek: Sebelum PTM Terbatas Vaksinasi Guru Harus Beres

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19  kepada seorang Guru di SMA Negeri 70, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Para guru, dosen dan tenaga pendidik dijadwalkan akan menjalani vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Pelaksanaan vaksinasi khusus guru ini untuk mencegah Covid-19 dilingkungan sekolah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang Guru di SMA Negeri 70, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Para guru, dosen dan tenaga pendidik dijadwalkan akan menjalani vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Pelaksanaan vaksinasi khusus guru ini untuk mencegah Covid-19 dilingkungan sekolah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Bukan hanya kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, vaksinasi Covid-19 untuk para guru dan tenaga kependidikan pun juga mengalami hal tersebut. Parahnya adalah Provinsi Aceh yang tingkat vaksinasinya hanya 1 persen.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani mengatakan bahwa belum ada update mengenai hal itu. Kemungkinan, angkanya masih belum meningkat signifikan.

“Soal berapa persen nanti kita akan update dari Kementerian Kesehatan dan Ditjen yang menangani hal itu,” terang dia dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan secara daring, Selasa (15/6).

Baca Juga: Vaksinasi Guru Minim, Banyak yang Masih Ragu

Ia menuturkan, vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan akan terus dipercepat. Pasalnya, hal itu menjadi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Untuk vaksinasi, seperti yang disampaikan oleh Mas Menteri bahwa sebelum PTM terbatas dilakukan, harapan kita seluruh guru-guru itu sudah mengikuti vaksinasi,” tutur dia.

“Konsen mas menteri dalam PTM terbatas adalah dilakukan setelah vaksinasi selesai, jadi kami terus berupaya sebelum PTM terbatas dilakukan vaksinasi sudah selesai,” sambungnya.

“Paling kecil sekali itu Aceh, dari sasaran 186.571 itu baru 1.308. Baru satu persen. Aceh itu paling rendah,” jelas dia dalam Bincang Pendidikan secara daring, Selasa (8/6).

Apabila bercermin dengan data vaksinasi guru di DKI Jakarta, Aceh tertinggal sangat jauh. Untuk di Ibu Kota sendiri, setidaknya ada 81,57 persen guru dan tenaga kependidikan yang telah divaksinasi. “Dari 152 ribu sudah disuntik 124 ribu, tinggal sedikit DKI,” tutur dia.

Untuk wilayah lainnya, seperti Jawa Barat, dari 318 ribu sasaran, telah divaksinasi 310 ribu guru. Lalu, Jawa Tengah dari 655 ribu, sudah disuntik 194 ribu. Kemudian, Jawa Timur dari 832 ribu, sudah disuntik 342 ribu. (jpc/jm)

  • Dipublish : 16 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami