Kemenhub Alihkan Anggaran Mudik Gratis Untuk Pembuatan Alat Kesehatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengalokasikan dana program mudik gratis untuk anggaran prioritas. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Kemenhub telah menghapus program itu pada masa Angkutan Lebaran 2020. Langkah ini diambil setelah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menetapkan status darurat bencana akibat virus tersebut yang berlaku mulai 29 Februari hingga 29 Mei 2020.

Direktur Jenderal (Dirjen) Hubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan bahwa rencananya anggaran sebesar Rp 200 miliar akan dialokasikan untuk pencegahan virus.

“Alokasi anggaran itu, kita harus lakukan exercise (penerapan) penyisihan 10 persen sekitar Rp 160 miliar, dan kita akan merevisi dan tambah Rp 40 miliar, jadi kita punya anggaran Rp 200 miliar untuk anggaran prioritas,” terang dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (27/3).

Dana itu rencananya akan digunakan untuk membuat alat kesehatan, seperti cairan disinfektan. Diharapkan, langkah ini mampu untuk membantu penyebaran virus di masyarakat.

“Khususnya untuk mencegah penyebaran korona, misalnya pembuatan disinfektan box dan lain-lain, kami juga sudah minta kepada Kepala BPTD (Badan Pengelola Transportasi Darat) untuk membuat lewat dan itu,” katanya.

Kemudian, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidanh Komunikasi Adita Irawati juga mengungkapkan bahwa insentif penerbangan yang kurang memberikan pengaruh juga akan dialokasikan untuk di refocusing.

“Kami akan melakukan refocusing untuk penyebaran Covid-19 dari aspek perhubungan, misalnya insentif penerbangan, insentif itu kurang relevan ini kami akan usulkan bagaimana ini di refocusing untuk bisa membantu itu (anggaran prioritas). Angka pasti terus dilakukan penghitungan dan kami terus melakukan pencegahan itu,” tutur dia. (jp/jm)

  • Dipublish : 27 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami