Kemenhub RI Hentikan Sementara Penerbangan dari dan ke Kota Wuhan

ILUSTRASI: Maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
ILUSTRASI: Maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara mengantisipasi masuknya virus korona ke Indonesia. Yakninya, menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, Tiongkok. Kebijakan tersebut sudah dikoordinasikan dengan maskapai penerbangan di Indonesia.

“Menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing, maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, untuk sementara tidak dapat dilakukan,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam siaran pers, Jumat (24/1).

Dalam NOTAM G0108/20 disampaikan, Bandara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternatif, kecuali untuk penerbangan kondisi darurat. Kebijakan itu berlaku sejak 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB). Sehingga, penerbangan dari Indonesia menuju Kota Wuhan dialihkan ke kota lain di Tiongkok.

Adapun saat ini dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Wuhan. Sriwijaya Air dan Lion Air. Kini kedua maskapai itu tidak dapat melangsungkan penerbangan ke kota tersebut. Polana B Pramesti mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut lewat jalur penerbangan.

“Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan” jelas Polana.

Agar masyarakat tidak terjangkit virus itu, operator penerbangan diminta untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional. selain itu, terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan. Berdasar hasil laporan, hingga saat ini belum ada penumpang yang terkena virus korona melalui bandara di seluruh Indonesia.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk terus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi masuknya virus pneumonia melalui penerbangan karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup dia.

Langkah mitigasi lainnya, yakni mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020. Surat edaran itu berisi perintah kepada maskapai sebagai berikut:

1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan dibandara kedatangan;

2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;

3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.

4. Memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah dinegara terjangkit. (jp)

  • Dipublish : 24 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami