Kemenhub Tegaskan Tidak Ada Penutupan Penerbangan Selain Tiongkok

Lalu lalang penumpang pesawat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional terganggu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Lalu lalang penumpang pesawat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional terganggu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan tidak ada penutupan penerbangan ke negara selain dari dan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Mainland China. Kebijakan itu telah diterapkan sejak 5 Februari lalu.

“Dipastikan tidak ada kebijakan penutupan sementara penerbangan internasional, kecuali dari dan ke RRT,” tegas Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam siaran pers, Jumat (20/3).

Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar, seluruh penerbangan internasional akan dilakukan penutupan sehubungan dengan pandemik Covid-19 yang penerapannya di mulai hari ini. Padahal, kabar tersebur tidak benar.

Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tersebut, penumpang yang datang dengan menggunakan penerbangan internasional wajib mengisi formulir Health Alert Card (HAC).

Kemudian, bagi para penumpang yang dalam 14 hari memiliki riwayat kunjungan negara dari RRT, Iran, Italia, Korea Selatan untuk kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Vatikan, Spayol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris akan ditolak masuk ke Indonesia. Sedangkan bagi warga negara Indonesia yang memiliki riwayat kunjungan ke negara-negara tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Sebelumnya, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura (AP) II Yado Yarismano. Yado menyebutkan bahwa hal itu tidak benar. Sebab, berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), hanya ada penangguhan visa selama 1 bulan untuk para pendatang.

“Jadi bukan penerbangannya (yang ditutup), tapi lebih ke traveler-nya (dengan penangguhan visa),” jelasnya ketika dihubungi JawaPos.com, Kamis (19/3).

  • Dipublish : 20 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami