Kemenkes Bayarkan Rp 475,7 Miliar untuk Tunggakan Insentif Tenaga Kesehatan

ISTIRAHAT: Tenaga kesehatan istirahat 
(Boy Slamet/Jawa Pos)
ISTIRAHAT: Tenaga kesehatan istirahat (Boy Slamet/Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah pembayaran tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakaes) 2020 sebesar Rp 475,7 miliar. Plt Kepala Badan PPSDM Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari menyebutkan pemerintah telah melunasi tunggakan pada 704 fasilitas dan layanan kesehatan (fasyankes), serta 79.564 tenaga kesehatan.

“Kalau dibandingkan minggu lalu, ini peningkatan yang cukup besar,” kata Kirana saat konferensi pers virtual Kemenkes pada Selasa (27/4). Menukil data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kirana memaparkan masih ada sisa dana Belanja Operasional Kesehatan (BOK) tambahan 2020 dari seluruh provinsi yang mencapai Rp 968,9 miliar.

“Dana tersebut masih bisa digunakan untuk membayarkan insentif tenaga kesehatan di daerah pada tahun 2021,” ujar Kirana. Kirana menjelaskan, pemerintah pusat terus melakukan monitoring terhadap pengajuan intensif tenaga kesehatan di daerah melalui aplikasi.

Menurutnya, data dari aplikasi menunjukkan bahwa ada sekitar Rp 245,3 miliar insentif yang masih dalam proses pengusulan dari 1.350 fasyankes. Adapun pengajuan insentif tenaga kesehatan di daerah yang telah disetujui oleh verifikator internal ialah Rp 17,47 miliar.

Dia juga menjelaskan bahwa Kemenkes dan BPKP masih melakukan review terhadap tunggakan pada 2020 bagi dokter internship, dokter residen, dan relawan.

“Sudah diidentifikasi untuk residen dari 18 fakultas kedokteran jumlah PPDS-nya lebih dari 12 ribu, insentifnya sekitar Rp 155,5 miliar. Program intensif ini ada beberapa batch besarnya sekitar Rp 250 miliar dan untuk relawan di 64 fasilitas Kesehatan ini ada 3.164 relawan dengan anggaran Rp 23,16 miliar,” tutur Kirana. (jpnn/jm)

  • Dipublish : 28 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami