Kemenpora Siapkan Opsi Penundaan PON

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWROK : Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWROK : Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menyiapkan opsi penundaan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua yang sejatinya bakal berlangsung pada 20 Oktober hingga 2 November, mendatang. Opsi tersebut dibuat sebagai alternatif seandainya pandemi Corona atau Covid-19 tak kunjung mereda menjelang penyelenggaraan pesta olahraga multi event paling bergengsi di Tanah Air tersebut.

Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menunda PON 2020 Papua tersebut. Menurutnya, penundaan PON 2020 Papua harus melalui keputusan Presiden. “Kita tentu harus mempersiapkan opsi penundaan. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak mungkin Menpora putuskan sendiri. Saya akan laporkan ke rapat kabinet dan nantinya akan diputuskan oleh Pak Presiden. Karena pengambilan keutusan diambil di rapat kabinet. Jadi jalan atau tidak, harus melalui itu,” terangnya.

Pria asal Gorontalo itu mengatakan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data dan informasi, termasuk usulan dari berbagai pihak, yang nantinya disampaikan kepada presiden untuk dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam memutuskan pelaksanaan PON 2020.

Bahkan, setelah melakukan rapat virtual bersama Ketua Umun KONI Pusat, ia menyampaikan bahwa pihaknya amat mempertimbangkan kondisi para atlet yang kesulitan berlatih secara maksimal di tengah kondisi pandemi saat ini. Maka, opsi penundaan PON, menurut dia, sangat memungkinkan.

Kendati demikian, Zainudin belum bisa memberikan kepastian batas akhir penentuan keputusan pelaksanaan PON 2020. Menurutnya, hal itu akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet nanti. “Yang paling kita utamakan adalah keselamatan, baik itu keselamatan para atlet maupun ofisial. Jadi itu yang menjadi pertimbangan utamanya,” kata Zainudin menegaskan.

Lebih lanjut, Zainudin mengatakan, apabila memungkinan untuk ditunda pihaknya akan memperhitungkan ulang terkait anggaran peralatan dan pelaksanaannya. Hal itu mengingat banyaknya event olahraga lain yang digelar pada tahun 2021, mendatang. “Kita juga harus mencari waktu supaya tidak bertabrakan dengan agenda (olahraga) lain, baik itu Piala Dunia U-20 2021 maupun multi event lain,” tuturnya.

Wabah Covid-19 ini memang membuat sebagian pihak termasuk Komisi X DPR RI kompak menyuarakan agar PON 2020 ditunda. Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah, salah satunya melalui anggotanya, Yoyok Sukawi meminta agar pelaksanaan PON Papua ditunda.

Dikatakan Yoyok, permintaan penundaan tersebut dilayangkan agar pemerintah lebih fokus pada penanganan darurat Covid-19. Tertutam dari segi anggaran yang bisa direlokasikan untuk penanganan Covid-19. “Seluruh Anggota Komisi X meminta PON XX ditunda dengan banyak sekali pertimbangan, namun utamanya adalah urgensi sekarang ini untuk fokus penanganan COVID 19,” ujar Yoyok kepada Fajar Indonesia Network (FIN) beberapa waktu lalu.

“Sehingga seluruh kegiatan olah raga yang berpotensi mengumpulkan masyarakat banyak baik amatir, profesional, prestasi maupun rekreasi diminta untuk ditunda termasuk pembiayaan APBN-nya di relokasi,” tandasnya. (gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 9 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami