Kementan Optimistis Lahan Food Estate Rampung Tepat Waktu

Syahrul Yasin Limpo. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com
Syahrul Yasin Limpo. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

KALTENG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) optimistis lahan Food Estate, program ketahanan pangan nasional di Kalimantan Tengah (Kalteng) seperti yang diintruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) rampung akhir Desember 2020.

Mentan SYL pun optimistis awal Januari 2021 proses penanaman sudah bisa dilakukan di lahan Food Estate seluas 30 ribu hektare tersebut. “Ini lahan rawa di mana kontur lahannya ada yang dalam dan sedang. Lahannya dinamis, tidak seperti di Jawa, Sumatera, atau Sulawesi,” kata SYL saat kunjungan kerja memantau progress Food Estate di Desa Bentuk Jaya A5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Rabu (16/12).

Namun demikian, SYL menilai bahwa progress yang terjadi sudah cukup bagus kalau dilihat dari tantangan alam yang ada.
Oleh sebab itu, mantan gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjabat dua periode itu optimistis seluruh pengolahan lahan sudah selesai akhir Desember 2020, dan awal Januari 2021 bisa memulai proses penanaman. Mentan SYL pun meminta semua pihak untuk berkoordinasi dan bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan nasional tersebut. “Awal Januari kami berharap mulai penanaman,” tegas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan target 30 ribu hektare lahan Food Estate terbagi di dua wilayah yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Menurut Sarwo, luas lahan Food Estate di Kabupaten Kapuas adalah 20 ribu hektare. Sampai hari ini realisasinya sudah mencapai 18.800 hektare. Masih ada 1.200 hektare yang belum selesai.

“Kemudian untuk di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu hektare, sudah selesai semua,” kata Sarwo.

Ia melanjutkan 1.200 hektare lahan yang belum rampung di Kabupaten Kapuas seluruhnya berada di Dadahup. “Di Dadahup ada kurang lebih 167 hektare yang 370 hektare dalam proses penyelesaian,” ujarnya. Ia menambahkan dari jumlah 370 hektare, sekitar 256 hektare lahan yang telah rampung digarap. “Sambil terus berjalan diharapkan sampai akhir Desember sudah selesai 100 persen,” harap Sarwo.

Lebih lanjut Sarwo menuturkan selain labil terdapat cekungan-cekungan yang cukup dalam pada lahan yang akan digarap menjadi Food Estate tersebut. Menurutnya, kalau ada traktor roda empat hanya menggunakan satu pasang roda apung, maka akan amblas. Begitu juga bila menggunakan dua pasang roda apung, juga akan amblas. “Paling normal adalah tiga pasang.

Sehingga, yang seharusnya 60 unit itu hanya digunakan tiga unit saja yang dipasang roda apung. Sisanya dalam proses pengambilan roda apung dari petani di lokasi-lokasi lain yang sudah selesai,” papar Sarwo. Dia menegaskan dalam waktu dekat akan memobilisasi 20 unit traktor dari Pulang Pisau ke Dadahup. “Itu akan kami mobilisasi dan efektifkan, sehingga diharapkan akhir Desember, 10 hari ke depan dapat di selesaikan 100 persen,” katanya.

Dia optimistis dapat mengatasi persoalan sehingga pada waktunya nanti proses penggarapan lahan tersebut akan selesai. “Jadi, kendalanya di sini lahan labil, tetapi kami coba untuk mengatasi itu semua sehingga nanti pada waktunya selesai,” pungkas Sarwo. (jpnn)

  • Dipublish : 17 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami