Kemungkinan FPI Dibubarkan, Menhan Setuju dengan Jokowi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta- Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI), jika ormas Islam itu tidak sejalan dengan Idoelogi Pancasila.

“Saya kira apa yang disampaikan Presiden (Jokowi) sudah jelas. Kalau siapa pun tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, kan sudah clear, nggak usah di sini. Ini negara Pancasila kok. Cari lagi tempatnya yang nggak ada Pancasila-nya,” kata Ryamizard di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/72019).

Ryamizard menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak patuh terhadap pancasila. Sebab, pancasila digunakan untuk pemersatu.

“Itu (Pancasila) digunakan sebagai pemersatu, sebagai pandangan hidup sebagai ideologi negara,” ucap Ryamizard.

“Yang saya sampaikan tadi musuh kita sekarang adalah yang akan mengubah Pancasila. Pancasila itu adalah perekat. Kalau perekat lemnya dicopot sudah nggak bersatu lagi bangsa ini bisa pecah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jokowi, mengatakan kemungkinan untuk membubarkan FPI, jika ormas pimpinan Rizieq Shihab itu berbahaya bagi kesatuan Republik Indonesia.

“Ya, tentu saja, sangat mungkin jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologis menunjukkan bahwa mereka tidak sejalan dengan negara,” kata Jokowi dalam wawancaranya dengan The Associated Press (AP), yang dipublikasikan pada Sabut 27 Juli 2019 lalu.

Jokowi mengatakan, Pemerintah akan bekerja dengan kelompok-kelompok dan ormas Islam, selama pandangan dan idoelogi mereka tidak melanggar prinsip-prinsip dan ideologi pancasila

“Jika sebuah organisasi membahayakan negara dalam ideologinya, saya tidak akan berkompromi,” kata Jokowi.

Izin FPI sejatinya telah berakhir pada 20 Juni 2019 lalu. Hingga kini, FPI belum mendapat izin perpanjang. (fin)

Sumber: fin.com

  • Dipublish : 29 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami