Kepala BPN Makassar: Urus Sertifikat Sendiri, Jangan Pakai Calo!

Kepala Kantor Pertanahan Makassar Yan Septedyas saat menjadi narasumber dalam program Talk Show Makbicara di Fajartv Makassar, Rabu (28/7/21). (Foto: NURTAUFIQ/ JARINGAN MEDIA)
Kepala Kantor Pertanahan Makassar Yan Septedyas saat menjadi narasumber dalam program Talk Show Makbicara di Fajartv Makassar, Rabu (28/7/21). (Foto: NURTAUFIQ/ JARINGAN MEDIA)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar Yan Septedyas mengajak masyarakat untuk mengurus sertifikat tanah sendiri tanpa menggunakan jasa calo. Dijelaskan, saat ini BPN terus berupaya memberikan kemudahan dan menutup celah permainan para calo.

“Uruslah sertifikat tanah sendiri tanpa menggunakan jasa calo” Ungkap Yan Septedyas dalam sesi talk show program Makbicara di stasiun tv lokal Makassar Fajar Tv Rabu (28/7/21).

Yan menjelaskan, calo dalam kenyataannya justru kerap memutar balik fakta agar jasanya digunakan oleh masyarakat.

“Biasanya mereka mengatakan prosesnya rumit dan hal-hal buruk lainnya agar jasanya digunakan, meski kenyataan justru berbeda” ungkapnya.

Untuk menghindari pungutan liar, korupsi dan sebagainya maka saat ini di BPN Kota Makassar menggunakan sistem pembayaran non tunai, dan berbagai aplikasi yang bisa membantu masyarakat seperti aplikasi sentuh tanahku.

BACA JUGA: Pemuda Makassar Sumbang Medali Ketiga Indonesia di Olimpiade Tokyo

Pria asli jawa ini mengakui jika mengurus tanah di BPN memang tidak mudah, tetapi juga tidak sulit. selama mengikuti syarat yang telah ditentukan maka prosesnya akan lancar.

“Memang ini tugas kami mensosialisasikan ke masyarakat, bahwa mengurus tanah itu tidak sulit tetapi juga tidak mudah. kami butuh data data yang bisa memperkuat status kepemilikan lahan tersebut” jelasnya.

kepala BPN Makassar bahkan menganalogikan tanah itu seperti anak gadis. ketika ingin dinikahkan, tentu asal usul anak gadis tersebut dipertanyakan, darimana asalnya, siapa orang tuanya demikian pula tanah. jika ingin dibuat sertifikatnya, maka akan ditanya dimana lokasinya, siapa pemiliknya dan data data lain yang bisa menguatkannya.

hal tersebut dilakukan tidak lain demi menutup celah upaya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang ingin merebut lahan orang lain secara ilegal, jadi bukan mempersulit. (jm)

VIDEO TERKAIT:

  • Dipublish : 29 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami