Kepala Daerah Harus Siapkan Langkah Antisipasi Siklon Tropis

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. (antara)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. (antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kepala daerah harus segera menyiapkan langkah antisipasi bencana dampak dari siklon tropis yang belangan terus melnda Indonesia.

Plt Direktur Pemetaan dan Evakuasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari meminta kepala daerah untuk waspada ketika ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena siklon tropis.

“Sekiranya ada informasi siklon tropis dari BMKG, kita harus selalu memperhatikan peringatan dini itu,” ujarnya, Kamis (15/4).

Diungkapkannya, tanda-tanda khusus yang bisa dilihat yaitu terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

“Kita bisa mengenali hujan dengan intensitas tinggi, yaitu kalau kita keluar rumah dan tidak bisa melihat objek untuk jarak 20 – 30 meter, maka itu adalah hujan intensitas sangat tinggi,” ujarnya.

Jika hujan terjadi lebih dari satu jam berturut-turut, maka masyarakat harus waspada dengan situasi seperti itu.

“Masyarakat harus menghindar dulu karena dikhawatirkan mungkin di hulu terjadi luncuran batuan yang bisa berakibat fatal,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab menyampaikan bahwa Siklon Tropis Surigae, yang sudah berkembang menjadi topan, bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun bisa menimbulkan dampak tidak langsung ke sebagian wilayah Indonesia.

“Topan Surigae tidak akan melewati wilayah Indonesia. Arah geraknya adalah barat laut menjauhi wilayah Indonesia,” katanya.

Siklon Tropis Surigae merupakan perkembangan dari bibit siklon 94W yang tumbuh di kawasan perairan Pasifik Barat, sebelah utara Papua, sejak 12 April 2021.(gw/fin)

  • Dipublish : 16 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami