Kepatuhan Prokes Pilkada Diklaim Tinggi

FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network
FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kepatuhan protokol kesehatan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 diklaim sangat tinggi. Dari data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, angka rata-rata berada di atas 89 persen hingga 96 persen.

Data tersebut didapatkan dari hasil Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Saat Pelaksanaan Pilkada sejak pukul 06.45 WIB, Rabu (9/12). Meskipun angka kepatuhan cukup tinggi, Satgas meminta kepada seluruh unsur yang terlibat Pilkadauntuk tidak cepat puas.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan, bahwa tahapan-tahapan dari penyelenggaraan Pilkada masih berjalan dan belum berakhir.”Jangan kita puas. Sekali lagi tidak boleh puas dulu. Karena tahapan-tahapan tugas untuk pilkada ini belum berakhir,” kata Doni, Rabu (9/12).

Ia melanjutkan, masih akan ada beberapa kegiatan. Seperti penghitungan suara yang juga berpotensi menimbulkan kerumunan. Ia mengharapkan agar seluruh unsur tidak lengah sampai batas akhir. “Hari ini saja, untuk kegiatan penghitungan suara, kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan masih tetap ada. Oleh karenanya jangan lengah jangan kendor,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni juga meminta agar seluruh pihak tidak segan-segan menegur dan mengingatkan kepada siapapun yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik pada penyelenggaraan Pilkada Serentak.

Dalam kegiatan Monitoring Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, Doni juga mengatakan bahwa pihaknya tidak segan untuk mengingatkan pejabat daerah yang terpantau di wilayahnya tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik saat pelaksanaan pemunguntan suara.

Melalui peringatan seperti yang telah dilakukannya tersebut, Doni yakin penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak dapat lebih baik dan ada perubahan untuk keamanan serta keselamatan masyarakat.

Lebih lanjut, dia juga meminta agar peringatan ada sebelum terjadinya pelanggaran. Sebab, hal itu juga berarti ada kepedulian dari sesama untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19.

“Kerja keras dari semua pihak diharapkan tidak kendor, tidak berhenti sampai dengan sekarang. Begitu ada pelanggaran langsung diingatkan. Jangan tunggu terjadinya pelanggaran. Sebelum ada pelanggaran diawali dengan peringatan-peringatan,” kata Doni.

Terpisah, lembaga penyelenggara pemilu juga melaksanakan pemantauan langsung ke lapangan. Ketua KPU Arief Budiman misalnya, melakukan pemantauan ke tiga TPS. Arief mengatakan, berdasarkan hasil pemantauannya di tiga TPS tersebut, proses pemungutan suara berlangsung lancar dan aman.

Selain petugas yang ber-APD lengkap, pemilih yang datang, kata Arief, juga turut mematuhi protokol kesehatan pada jam kedatangan ke TPS. “Kebetulan juga di TPS yang kami datangi tadi tidak teridentifikasi ada pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat,” sambungnya.

Komisioner KPU yang juga ikut memantau langsung mengklaim jika proses pemungutan suara juga berjalan dengan baik. KPU mengungkapkan, hasil pemantauan menunjukkan segalanya berjalan dengan baik. Masyarakat yang berpartisipasi mematuhi protokol kesehatan yang dilakukan para petugas penyelenggara dengan ketat. (khf/fin)

  • Dipublish : 10 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami