Kesulitan Dapat Masker di Hongkong, Pekerja Migran Cilacap Minta Bantuan Bupati

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

HONGKONG – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cilacap yang bekerja di Hongkong mulai mengeluhkan mendapatkan masker. Saat ini harga masker per box (isi 50) mencapai 380 Dolar Hongkong atau Rp 690 ribu, atau naik 220 persen dari harga sebelumnya yang hanya 16 Dolar Hongkong atau Rp 30 ribu.

Seperti yang dialami Sri Martuti, PMI asal Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah dia mengaku kesulitan mendapatkan masker yang harganya meningkat tajam tersebut.

“Kami para PMI kesulitan mendapatkan masker. Bahkan para majikan kamipun mengalami kesulitan mendapatkan masker. Padahal masker ini satu-satunya alat perlindungan pencegahan virus corona yang sudah merenggut satu nyawa di Hongkong,” katanya, Senin (10/2).

Sri yang juga Koordinator Forum Komunitas Warga Cilacap (FKWC) di Hongkong menambahkan, pihaknya meminta kepada pemerintah, baik itu pemerintah Indonesia maupun Pemkab Cilacap untuk memberikan perlindungan kepada mereka, dengan mengirimkan masker.

“Secara jumlah PMI asal Cilacap di Hongkong ini terbanyak kedua setelah PMI asal Jawa Timur,” imbuhnya.

Sri mengatakan, pemerintah pusat melalui Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hong Kong memang sudah memberikan bantuan masker kepada PMI di Hongkong, tetapi banyaknya PMI di Hongkong yang mencapai 160 ribu orang, bantuan masker tersebut tidak mencukupi kebutuhan masker seluruh PMI.

“Kami mohon kepada Pemkab Cilacap ikut serta hadir memberikan pengadaan masker ini,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mengaku sudah mendapatkan informasi terkait ini. Kepada PMI asal Cilacap di Hongkong Dinkes meminta PMI asal Cilacap membuat surat permohonan yang ditujukan kepada Bupati Cilacap, dengan melengkapi dengan data Jumlah PMI asal Cilacap di Hongkong, dan situasi yang dirasakan di sana.

“Coba tolong lampirkan juga foto-foto sebagai penguat juga,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griyana Dewi kemarin.

Tri Wandoyo dari Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Cilacap mengatakan, pihaknya belum mendapatkan permohonan bantuan masker dari PMI asal Cilacap di Hongkong sejauh ini.

Tetapi untuk PMI yang baru berangkat diberi bekal sejumlah masker saat pemberangkatan.

“Yang baru berangkat dibekali (masker). Kalau ada kenalan atau tetangga di Cilacap di sana kemudian juga untuk dibagikan,” ujarnya.

Tri menambahkan, dari data LTSA Cilacap PMI asal Cilacap yang ada di Hongkong saat ini mencapai 1.889 orang.

“Yang berangkat jumlah persisnya belum tau. Jumlah tersebut yang terdaftar di Disnakerin,” tandasnya. (nas)

  • Dipublish : 11 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami