Kewajiban Beli Gas Rusia Pakai Mata Uang Rubel Bikin Uni Eropa Ketar Ketir

Rubel Rusia. Dmitry Feoktistov/TASS/The Moscow Times
Rubel Rusia. Dmitry Feoktistov/TASS/The Moscow Times
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kebijakan pemerintah Rusia yang mewajibkan para importir minyak dan gas membayar dengan mata uang Rubel, agaknya membuat negara-negara Uni Eropa ketar ketir.

Sebagaimana diketahui, pasokan minyak dan gas dari Rusia ke Uni Eropa cukup dominan. Saat ini Rusia memasok sekitar 40 persen gas dan 26 persen minyak untuk Uni Eropa.

Jika kebijakan pemerintah Rusia itu benar-benar dijalankan, tentu saja para importir Uni Eropa sangat mengkhawatirkan pasokan bisa terganggu.

Para importir itu merasa  khawatir aturan itu membuat pasokan gas terhambat, terlebih ada pula sanksi bagi yang memberi kemudahan pada Rusia.

Para menteri energi Uni Eropa pun kemudian menggelar pertemuan khusus. Bahasan dalam pertemuan khusus itu antara lain soal kebijakan Rusia yang mewajibkan transaksi jual beli gas pakai Rubel, juga soal penghentian pasokan gas ke beberapa negara Uni Eropa

Seperti diketahui bersama, Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa menjatuhkan sanksi berat buat Rusia gara-gara invasi ke Ukraina.

Mengutip Reuters, 2 Mei 2022 kemarin, Rusia telah lebih dulu menghentikan pasokan gas ke Bulgaria dan Polandia. Penyebabnya adalah negara tersebut menolak aturan pembayaran dengan Rubel.

Hal yang menjadi kekhawatiran selanjutnya adalah pada bulan Mei ini akan ada beberapa perusahaan importir Eropa yang masuk jatuh tempo pembayaran pasokan gas Rusia.

Pemerintah Rusia sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa importir gas dari negara lain harus menyetorkan euro atau dolar AS ke rekening di bank swasta Rusia Gazprombank.

Selanjutnya euro atau dolar AS akan dikonversi menjadi Rubel, baru kemudian bisa dilakukan transaksi.

Namun demikian Komisi Eropa menganggap skema yang dikeluarkan oleh Rusia itu bisa melanggar sanksi Uni Eropa.

Memang tujuan pemerintah Rusia mengeluarkan aturan pembayaran menggunakan Rubel adalah untuk membantu melindungi ekonominya dari dampak sanksi sementara yang diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa.

Sejak penyerangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, negara-negara Uni Eropa ini harus membayar lebih dari USD 47,43 miliar ke Rusia untuk pembayaran minyak dan gas.  (jpc/jm)

 

  • Dipublish : 9 Mei 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami