Kewalahan, RS Hanya Terima Pasien Gejala Berat

Ilustrasi penanganan tes usap Covid-19. (Louis Rika/Antara)
Ilustrasi penanganan tes usap Covid-19. (Louis Rika/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kasus Covid-19 yang terus meningkat mengakibatkan rumah sakit, terutama di zona merah, semakin penuh. Beban tenaga kesehatan kian berat. Jika ada lonjakan kasus lagi, mereka bisa kewalahan.

Saat ini Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mulai memilah pasien. Menurut Sekjen Persi Lia Partakusuma, mayoritas pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit menunjukkan kondisi berat. Dia mendapatkan laporan dari beberapa provinsi seperti Jawa Timur dan Jakarta. Pasien datang sudah dalam kondisi buruk. ’’Bahkan sudah meninggal dunia,” ujarnya kemarin (20/6).

Jika pasien dinyatakan positif dan dianjurkan ke rumah sakit, kata dia, jangan ditolak. Lia menegaskan bahwa siapa pun tak boleh menyepelekan pandemi ini.

Namun, di sisi lain, Lia meminta pasien tidak terburu-buru ke rumah sakit. Harus melihat kondisi apakah cukup isolasi mandiri, isolasi di rumah sakit, atau harus dirawat di rumah sakit. Hal itu bisa dikonsultasikan dengan dokter di puskesmas. “Kami juga melakukan skrining di luar IGD,” katanya.

Baca Juga: Sultan HB X: Covid-19 Sulit Hilang jika Masyarakat Anggap Enteng

Lia mengungkapkan, rumah sakit sudah menambah tempat tidur untuk menghadapi kenaikan kasus. Baik untuk isolasi maupun ICU. ’’Yang kami khawatirkan kalau ada lonjakan yang terjadi bersamaan, itu akan sulit,” ungkapnya.

Hal itu terkait dengan banyak hal. Misalnya, dengan menambah tempat tidur di ICU, diperlukan alat-alat dan sumber daya manusia yang mendukung. Rumah sakit, menurut Lia, bisa jadi tidak dapat menambah pasien untuk dirawat jika pertambahan kasus terus terjadi.

Selain itu, perhatian terhadap tenaga kesehatan diperlukan. Tidak bisa dimungkiri, tenaga kesehatan bekerja keras. Untuk itu, rumah sakit mengatur jam kerja agar mereka tidak kelelahan dan risiko terinfeksi Covid-19 menjadi minimal. ’’Kami juga mencari SDM cadangan. Kami punya tempat inap untuk nakes yang kerja di ruang isolasi,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Cuma Hilang Penciuman, Sisa Gejala Covid-19 Bisa Dilihat dari Kuku

  • Dipublish : 21 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami