Kini Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Rute Jakarta Tak Perlu Lagi SIKM

Penumpang memakai face shield (pelindung wajah) saat berada didalam kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jum'at (10/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Penumpang memakai face shield (pelindung wajah) saat berada didalam kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jum'at (10/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – PT KAI (Persero) menyampaikan, masyarakat kini dapat lebih mudah untuk naik kereta api (KA) jarak jauh dengan rute dari dan tujuan DKI Jakarta tanpa harus memiliki lampiran Surat Izin Keluar masuk (SIKM). Sebagaimana diketahui, SIKM ini menjadi syarat untuk maysarakat yang akan berpergian dengan moda KA dengan rute Jakarta.

“Maka, untuk perjalanan transportasi KA jarak jauh dari Stasiun yang berada di area DKI Jakarta kini juga tidak menjadikan SIKM sebagai salah satu syarat untuk calon pengguna yang akan berangkat menggunakan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen,” kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa akan keterangannya seperti dikutip Jumat (17/7).

Eva mengatakan, hal tersebut mengikuti kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Selasa (14/7). Sehingga, sejak keberangkatan Rabu (15/7) lalu, syarat SIKM digantikan dengan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

“Masyarakat diminta jujur mengenai kondisinya dalam mengisi CLM,” tegasnya.

Meski SIKM sudah tidak diperlukan lagi sebagai salah satu syarat, namun masyarakat yang ingin menggunakan KA jarak jauh pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru tetap diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. Atau menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test.

“Serta menginstal dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi,” imbuhnya.

Secara umum, setiap pelanggan KA tetap diharuskan dalam kondisi sehat dalam hal ini tidak menderita flu, pilek, batuk, demam. Kemudian, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

“Pelanggan KA jarak jauh diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Untuk pelanggan dengan usia di bawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi,” ucapnya.

Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di sektor transportasi khususnya KA, sejumlah protokol tersebut harus dipatuhi mulai dari keberangkatan, selama di dalam perjalanan, dan sampai di stasiun tujuan. (jp)

  • Dipublish : 17 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami