Kisruh Kompleks Latanete Plaza Tak Kunjung Selesai

Kisruh Kompleks Latanete Plaza Tak Kunjung Selesai
Kisruh Kompleks Latanete Plaza Tak Kunjung Selesai
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Kisruh manajemen baru Perusahaan Daerah (Perseroda) Sulsel, dengan sejumlah pengusaha yang mengais rezeki di Kompleks Latanete Plaza Makassar, tak kunjung selesai.

Kisruh demi kisruh terus bermunculan. Terbaru, adalah gara-gara dipasangnya palang beton oleh Perseroda saat hendak masuk ke dalam kompleks kawasan tersebut.

Dan karena adanya palang tersebut, dinilai oleh sejumlah pengusaha atau pemilik ruko sangat mengganggu lalu lalangnya para pengunjung yang hendak masuk ke dalam kompleks.

“Sebenarnya ini sudah kita protes dan minta dibongkar, namun tak kunjung dikerjakan,” kata Niki Rewa, sembari menunjukkan palang beton tersebut, Selasa (01/10/2020).

Sebenarnya, kata Niki, palang beton ini adalah bagian dari parkir elektronik yang dibangun oleh Perseroda beberapa bulan lalu dan setelah diprotes akhirnya dibongkar.

“Kenapa kami protes karena sejak diberlakukan parkir elektronik, orang mulai malas masuk di kawasan Latanete Plaza. Akhirnya kami protes dan dibongkar,” bebernya.

Namun, kata Niki lagi, tak semuanya dibongkar. Bekas adanya parkir elektronik ini masih ada. Seperti palang beton yang membuat keluar masuknya kendaraan terhalang.

“Bisa kita lihat sendiri. Kalau palang beton ini tak dihilangkan, maka mobil pelanggan tergores. Sudah banyak korbannya,” ujarnya.

Olehnya itu, Niki berharap, agar kiranya pihak managemen Perseroda bisa mengerti bagaimana maunya para pelaku usaha di Latanete Plaza ini.

“Kami sudah bertahun-tahun di sini. Sejak adanya managemen baru ini, rasanya kami dibuat tak tenang untuk mencari uang di sini,” sesalnya.

Sebelumnya, Direktur Umum Perseroan Daerah (Perseroda) Sulsel, Yosi Nahwi Rasul, menjelaskan, sebenarnya terkait parkir itu sudah selesai. Meski memang belum semuanya dibereskan.

“Ini adalah permintaan mereka (Pelaku usaha) dan itu kita sudah penuhi. Untuk permintaan kedua dan ketiga kita masih harus bicarakan dengan kejaksaan,” ujarnya.

Persoalan kedua dan ketiga ini, kata Yosi, adalah soal papan bicara yang bertuliskan tanah ini milik Perseroda dan kedua soal sewa ruko yang tak kunjung terselesaikan. (fajar.co.id)

 

  • Dipublish : 2 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami