Klaster Keluarga di Makassar Meningkat, Pemkot Massifkan Pelacakan

Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto Melakukan rapat koordinasi secara virtual mengenai penanganan pandemi Covid 19 di provinsi Sulsel di pimpin oleh  Plt. Gubernur Sulawesi Selatan. Foto: IG @dpramdhanpomanto
Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto Melakukan rapat koordinasi secara virtual mengenai penanganan pandemi Covid 19 di provinsi Sulsel di pimpin oleh Plt. Gubernur Sulawesi Selatan. Foto: IG @dpramdhanpomanto
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, MAKASSAR — Klaster keluarga dalam penyebaran kasus COVID-19 di Makassar diduga tengah banyak berkembang.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto pun berkomitmen untuk melakukan pelacakan kasus covid-19 untuk memisahkan antara orang yang terpapar Covid-19 dengan orang sehat.

Penerapan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment menjadi hal penting untuk memetakan lonjakan penularan kasus Covid-19. Angka pelacakan kasus Covid-19 paling tidak harus memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Bila mengacu pada Standar WHO, pelacakan dilakukan terhadap 30 orang yang berkontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Kota Makassar mesti memenuhi standar itu.

Danny menyebut telah menyiapkan seribu posko Covid-19 pada level RW. Menurutnya, pelacakan kasus Covid-19 penting untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19.

“Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari (kasus Covid-19),” kata Danny Pomanto, Rabu (4/8/2021).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bertugas memberi pelatihan (training) terhadap Detektor Covid-19. Pelatihan tersebut mulai berlangsung pada Kamis, 5 Agustus 2021 secara virtual.

“Kami akan training sekaligus di posko 24 jam ini. Dari posko inilah, dia akan memotivasi orang-orang untuk memisahkan antara orang sakit dan sehat,” kata Danny.

Pemerintah kota, kata Danny, akan meningkatkan pelacakan dan pengetesan kontak erat dengan melibatkan berbagai pihak.

“Terutama di rumah-rumah agar mereka semua sadar,” ujarnya.

Danny mengakui persoalan testing juga kendalanya adalah tidak mungkin memaksa orang untuk melakukan testing (pemeriksaan). Sehingga menurutnya yang perlu ditegakkan adalah penegasan prokes dengan bekerjasama dengan pihak TNI/Polri.

“Persoalannya saya bilang kita susah juga testing swab kalau kita paksa orang berkelahiki itu nanti. Makanya pemkot, saya sudah kasi kode kali ini, kita tegas prokes,” ujarnya.

Danny juga menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan 3000 antigen untuk di perbatasan. Yang, kata dia, ada sekitar 6 titik. Masing-masing 3000 per perbatasan.

“Nanti kita koordinasikan kemungkinan kita akan buat swab massal. Termasuk detektor turun itu kalau begitu langsung swab bersama Covid Hunter, TNI/Polri,” ujarnya

“Mengenai penegakan ketegasan prokes saya serahkan ke TNI/Polri biar mereka duluan,” imbuhnya. (fajar/jm)

  • Dipublish : 5 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami