Kloter Terakhir Jabar Tiba di Tanah Suci

FOTO: KEMENAG FOR FIN KLOTER TERAKHIR JABAR: Sebanyak 353 calon jemaah haji asal embarkasi Bekasi, Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 97 tiba di tanah. Kloter 97 tersebut menjadi kloter terakhir embarkasi Bekasi Jawa Barat yang bertolak ke Tanah Suci.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKKAH – Sebanyak 353 calon jemaah haji asal embarkasi Bekasi, Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 97 tiba di tanah. Kloter 97 tersebut menjadi kloter terakhir embarkasi Bekasi Jawa Barat yang bertolak ke Tanah Suci.

“Kloter 97 ini merupakan gabungan calon jemaah haji dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat. Jawa Barat memperoleh kuota tambahan sebanyak 363 orang dari 10.000 kuota tambahan uang diberikan pemerintah Arab Saudi,” ujar Kakanwil Jawa Barat Buchori, kemarin (6/8).

Menurutnya, dari kuota Jabar yang berjumlah 39.430 orang, yang berangkat hampir sama dengan jemaah yang berangkat yaitu 39.430 jemaah termasuk petugas kloter. “Tambahan kuota jemaah memang tidak seluruhnya terkosentrasi di kloter 97 tapi ada juga naik kloter 80 ke atas, karena memang proses administrasinya belakangan, dan seluruhnya berangkat di fase keberangkatan gelombang kedua,” imbuhnya.

Kepada jemaah asal Jabar, Buckhori berpesan agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya khususnya menjaga kesehatan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Dilansir dari Siskohat, hingga tanggal 06 Agustus 2019 pukul 05.56 waktu Arab Saudi, jumlah jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 210.698 jemaah atau 524 kloter. Jumlah jemaah yang wafat berjumlah 73 jemaah.

Sementara itu, sebanyak 5.500 tenda jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina mulai diberi nomor. Penomoran dilakukan oleh tim akomodasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. “Kita akan pasang tanda nomor ini pada 5.500 tenda, terdiri dari 1.825 tenda di Arafah dan 3.675 tenda di Mina. Kita akan pasang di empat sisinya. Jadi total ada 22 ribu stiker yang akan kita pasang,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

Penomoran tenda di Arafah dan Mina merupakan salah satu inovasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M. “Ada banyak hal yang baru kita lakukan tahun ini sebagai inovasi termasuk pemasangan instalasi AC berkapasitas besar di Arafah dan penomoran tenda-tenda sesuai maktab,” ujar Sri Ilham Lubis.

Dalam stiker nomor tenda tersebut tercantum tiga informasi: nomor tenda, nomor kloter, serta kapasitas tenda. “Kalau biasanya penempelan nomor ini dilakukan oleh Muassasah tanpa kita ketahui jumlah kapasitasnya, maka tahun ini karena kita telah melakukan konfigurasi, jadi sejak awal sudah diketahui berapa jumlah jemaah yang akan berada dalam tiap tenda,” tutur Sri Ilham.

Ia menambahkan, saat ini persiapan di Arafah dan Mina telah mencapai 70 persen. Pihaknya tengah mengejar beberapa persiapan lainnya, di antaranya uji coba AC pada tenda-tenda, serta instalasi listrik.”Mulai tahun ini kita juga menghadirkan tenda ber AC di Arafah. Sejumlah AC telah terpasang, dan Senin sore esok dijadwalkan akan kita uji coba bersama dengan Delegasi Amirul Hajj. Untuk instalasi listrik pun diharapkan secepatnya selesai. Persiapan instalasi air maupun toilet di Arafah pun telah selesai,” ujar Sri Ilham.

Sementara Kepala Seksi Akomodasi Makkah Abduh Dhiyaurrahman mengungkapkan AC yang sudah terpasang di tenda-tenda Arafah berbobot 12 ton dan 25 ton. “Untuk AC 12 ton berkapasitas 56 PK sedangkan yang 25 ton berkapasitas 118 PK. Pemasangannya menyesuaikan luas tenda. Dan penyalur udaranya ini dapat diputar 180 derajat, sehingga dapat disesuaikan arah anginnya ingin ke mana,” jelas Abduh sambil menunjukkan cara operasional AC di tenda Arafah.

Terkait penempelan stiker, Abduh menyampaikan, tim akomodasi mulai bekerja sejak pukul 08.00 22.00 waktu Arab Saudi. Ini karena kita berkejaran dengan waktu. Targetnya, tanggal 7 Zulhijjah semua tenda telah dipasangi nomor. Karena pada tanggal itu, jalanan menuju Arafah dan Mina sudah banyak yang disterilkan, sehingga mobilisasi tim juga pasti akan terhambat, tuturnya.

(ful/fin)

 

Sumber:fin.co.id

  • Dipublish : 7 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami