Kluster Keluarga Berisiko 10 Kali

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Proses penularan virus Covid-19 bermacam-macam. Salah satunya melalui kluster keluarga. Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan kluster ini memiliki risiko penularan 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kluster lainnya.

Risiko penularan lebih tinggi pada kluster keluarga tersebut karena di dalam keluarga, antara satu sama lain cenderung sulit menjaga jarak ketika berada dalam rumah. “Ketika di rumah pasti ingin lebih berdekatan. Kemudian kalau bersama anak-anak juga nggak mungkin berjauh-jauhan,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, dokter Dewi Nur Aisyah dalam dialog virtual di Jakarta, Selasa (5/1).

Selain itu, kebiasaan lain yang cenderung sulit dilakukan ketika berada di dalam rumah adalah memakai masker. Sehingga penularan di dalam keluarga lebih didominasi oleh karakteristik alamiketika berinteraksi antara anggota keluarga.

“Jadi tipikal kontaknya sangat dekat. Hal ini yang mengakibatkan kesulitan untuk terjadinya pemutusan penularan saat berada dalam lingkungan keluarga,” imbuhnya.

Dewi berpesan setiap anggota keluarga lebih waspada dengan potensi sumber penularan. Sehingga infeksi pada salah satu anggota keluarga tidak menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

Menurut Dewi, kebanyakan penularan di dalam kluster keluarga berasal dari salah satu keluarga yang positif. Misalnya, setelah tertular saat beraktivitas di luar rumah, tanpa disadari, menularkan penyakit itu kepada orang yang ditemui.

“Jadi biasanya jalur penularannya dua. Antara keluarga yang di rumah dan mendapatkan penularan dari orang di luar rumah. Namun, saat berkunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. Akhirnya terjadi penularan meskipun secara kondisi badan sehat. Saat kembali ke rumah, kemudian menularkan kepada keluarga,” ucap Dewi.

Dia mendorong masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) meski berada di dalam rumah.

“Ketika ada orang dari luar rumah datang, meskipun saudara kandung, kuncinya tetap menerapkan protokol 3M. Intinya harus dipastikan agar penerapan protokol kesehatan sangat ketat di manapun kita berada. Termasuk di dalam rumah,” pungkas Dewi. (rh/fin)

  • Dipublish : 6 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami