KM Umsini Disulap Jadi Kapal Isoman Pasien Covid-19

ilustrasi KM Umsini
ilustrasi KM Umsini
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kementerian Perhubungan menyetujui usulan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk menjadikan kapal Pelni sebagai lokasi isolasi mandiri (Isoman).

Bahkan kapal isoman terapung tersebut mulai dipersiapkan. Rencananya, kapal KM Umsini dijadwalkan akan tiba di Makassar hari ini, Rabu (14/7).

Isolasi apung yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan segera dioperasikan. Inovasi isolasi apung bisa yang pertama di dunia.

Untuk memastikan seluruh kesiapannnya, Danny bersama Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, pihak Pelni, dan Syahbandar meninjau dan menentukan titik kordinat dimana kapal pelni untuk isolasi apung akan berlabuh.

Dari hasil tinjauan titik labuhnya ditetapkan di dekat Pulau Lae-lae. Ada beberapa alasan kenapa kapal tersebut nantinya dilabuhkan di sana. Diantaranya pertimbangan teknis yakni kedalaman laut. Kedua adalah suplay logistik dan obat-obatan yang lebih mudah.

Kemudian, nilai rekreatifnya dimana pasien isoman tetap bisa menikmati pemandangan sehingga diharapkan bisa meningkatkan imunitas.

“Kalau dia sandar, hanya seperti di darat. Tapi kalau dia di tengah laut itu betul-betul menjadi bahagian daripada penguatan imunitas mereka, nah itu tadi kita sudah dikunci titik kordinatnya di Hadapan Pulau Lae-lae,” ucapnya.

Untuk teknisnya sendiri, Danny akan melakukan rapat kordinasi bersama seluruh TNI/Polri untuk membahas finalnya seperti merancang hulu hilir siapa yang akan di bawah ke kapal ini.

“Kita akan bahas bagaimana standarnya. Termasuk koordinasi antara detektor, babinsa, bhabinkamtibmas, covid hunter. Kemudian di atas kapal itu semua punya SOP. Kita akan berbagi tugas. otoritas pelabuhan, sabandar, pelindo merumuskan SOP di sini. Terus ada SOP di atas kapal Pelni secara karantina dimulai dari darat,” kata Danny.

Adapun kriteria pasien covid yang berhak diisolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap dirawat di rumah sakit.
Langkah ini diambil, jelas Danny, karena mendukung penuh rumah sakit yang menangani covid di Makassar.

“Jadi kami akan konsultasikan dengan teman-teman dokter dan para ahli kesehatan. Yang jelas adalah kita ingin mendukung rumah sakit, rumah sakit jangan penuh karena orang bergejela ringan saja, padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi OTG.

Ini kita akan pisahkan jadi ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal disini saja, sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, menambahkan, pengawasan kapal isolasi apung ini sangat ketat dan tetap terkordinasi dengan dinas kesehatan kota Makassar.

“Di kapal ini kapasitasnya 900 tempat tidur itu sudah dikonsepkan jaga jarak. Jadi seluruh pihak berkordinasi untuk pengawasan yang ketat,” sebutnya.
Kapal penumpang ini merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang dihentikan sementara pengoperasiannya akibat pandemi covid-19. (bkm/jm)

  • Dipublish : 14 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami