Koalisi Plus-Plus Tunggu Waktu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Wacana koalisi plus-plus terus bergulir. Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin mengakui rencana penambahan koalisi masih dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo. Terutama soal bentuk koalisi dan posisi calon menteri kabinet periode 2019-2024.

“Yang penting rekonsiliasinya sudah ada. Itu yang terpenting. Nanti masuknya seperti apa bentuknya itu kita akan bicarakan. TKN-nya kan sudah dibubarkan. Tentu, nanti akan ada pembicaraan lebih jauh. Termasuk lagi mengumpulkan calon menteri. Tetapi belum disimpulkan,” kata Ketua Umum MUI itu di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu (27/7).

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mengatakan rencana penambahan koalisi masih menunggu waktu. Dia memprediksi bertambahnya partai politik ke dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf semakin diperkuat setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Kita lihat nanti seperti apa. Ini masih menunggu waktu. Semuanya kan butuh proses. Tidak bisa tiba-tiba jadi. Ada banyak pertimbangan-pertimbangan,” jelas JK.

Terpisah, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, menyatakan setelah pembubaran TKN belum ada lembaga lain yang akan dibentuk sebagai pengganti. Dia menegaskan wacana akan dibentuk Setgab atau sekretariat gabungan hanyalah isu. Menurut Hasto, prinsipnya mantan jajaran pimpinan TKN tetap berkomunikasi satu sama lain. “Adanya kemajuan teknologi saat ini, kami bisa melakukan rapat-rapat menggunakan komunikasi yang lebih baik,” terang Hasto di Jakarta, Sabtu (27/7).

Dia menjelaskan, komunikasi di antara mantan jajaran TKN terus berjalan, khususnya di antara Sekjen partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK). “Pada pertemuan para sekjen, juga menyepakati agenda penting dan strategis, yakni seluruh sekjen anggota KIK bertanggungjawab dalam menjabarkan kebijakan Presiden bersama para ketum,” terang Hasto.

Pada kesempatan lain, pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyebutkan masih terjadi pergulatan politik yang belum tuntas. Terutama terkait format dan komposisi kabinet pemerintahan. “Berbagai fenomena politik tersebut memberi sinyal bahwa masih ada perbedaan pendapat tentang format dan skema koalisi,” kata Direktur Eksekutif IPI ini di Jakarta, Sabtu (27/7). Namun jika memperhatikan pergerakan politik yang ada, Koalisi Plus Plus lebih menguat. “Nampaknya opsi Koalisi Plus Plus lebih realistis. Pada opsi tersebut, perdebatannya tentang partai apa yang ideal. Bagaimana bentuk kerjasamanya, komitmennya dan lain-lain,” paparnya.(rh/fin)

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 28 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami