Koalisi Retak, Halangi Anwar Ibrahim Berkuasa

(Photo by Mohd RASFAN / AFP)
(Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KUALA LUMPUR – Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, meminta Mahathir Mohammad sebagai perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru dibentuk.

“Namun, Yang Mulia telah memberikan persetujuannya untuk menunjuk Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sementara, sambil menunggu penunjukan perdana menteri baru. Oleh karena itu sampai pemerintahan baru dibentuk, (Mahathir) akan mengelola urusan negara sampai seorang perdana menteri dan kabinet baru ditunjuk,” kata Kepala Sekretaris Mohd Zuki Ali dalam sebuah pernyataan Mohd Zuki, Senin (24/2).

Mahathir Mohamad secara tak terduga mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (24/2). Pengunduran diri membuat koalisi Mahathir Mohammad (94) dengan Anwar Ibrahim (72) retak.

”Padahal koalisi tersebut mencetak kemenangan mengejutkan pada pemilihan umum pada 2018. Raja Malaysia menerima surat pengunduran diri Mahathir Mohammad setelah bertemu dengannya,” imbuhnya.

Mahathir Mohammad mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia menyusul tuduhan bahwa dia akan membentuk kemitraan dengan partai-partai oposisi yang dikalahkannya saat Pemilu dua tahun lalu. ”Dia berpikir bahwa dia seharusnya tidak diperlakukan seperti itu, bahwa ia bekerja sama dengan orang-orang yang kami yakini korup,” ujar Anwar Ibrahim setelah bertemu Mahathir Mohammad, Senin (24/2) pagi.

“Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak akan bekerja sama dengan orang-orang yang berhubungan dengan rezim lampau,” ujar Presiden Partai Keadilan Rakyat itu.

Tetapi tidak jelas apakah pengunduran diri itu mengakhiri posisi Mahathir Mohammad sebagai perdana menteri Malaysia sepenuhnya, karena setidaknya tiga pihak dalam koalisinya meminta Mahathir untuk tetap menjabat. Sementara pihak oposisi juga setuju untuk mendukungnya.

”Jika dia kembali sebagai PM, dia memiliki kebebasan untuk memilih mitranya atau yang dia ingin menjadi bagian dari kabinetnya,” kata Direktur jajak pendapat Merdeka, Ibrahim Suffian. Usai mundur dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad mundur dari Partai Bersatu yang ia bentuk sesaat sebelum Pemilu. (fin/ful/jm)

  • Dipublish : 25 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami