Komnas HAM Ungkap Fakta Korban Tewas Kerusuhan Mei

Puing-puing kebakaran akibat Kerusuhan 21-22 Mei lalu yang menimbulkan banyak korban. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)
Puing-puing kebakaran akibat Kerusuhan 21-22 Mei lalu yang menimbulkan banyak korban. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap fakta baru terkait peristiwa kerusuhan 21–23 Mei lalu. Salah satunya adalah korban meninggal sebanyak 10 orang dari sebelumnya hanya 9 orang versi kepolisian. Sembilan di antaranya tewas karena terjangan peluru tajam, sedangkan satu korban meninggal akibat pukulan benda tumpul.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memaparkan, korban meninggal itu tidak hanya dihitung dari aksi demonstrasi 21–23 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta. Tapi juga di Pontianak, Kalimantan Barat. Kala itu pecah aksi massa berkaitan dengan hasil Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019. ”Korban meninggal empat di antaranya anak-anak,” katanya kemarin (28/10).

Sampai saat ini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penembakan dan pemukulan terhadap sepuluh korban meninggal tersebut. Itulah yang menjadi dasar Komnas HAM menerjunkan tim pencari fakta (TPF) untuk mengumpulkan data terkait insiden nahas tersebut. ”Penembakan terhadap sembilan warga sipil itu diduga dilakukan orang terlatih,” bebernya.

 

Bus polisi yang terparkir di bawah flyover Slipi dirusak dan dibakar oleh perusuh pada 23 Mei 2019. (DeryRidwansah/ JawaPos.com)

Namun, Komnas HAM tidak mengungkap orang terlatih yang diduga melakukan penembakan.

Selain korban meninggal, TPF Komnas HAM menemukan fakta terkait 32 orang yang dilaporkan hilang setelah kerusuhan 21–23 Mei. Penelusuran TPF, 32 orang itu telah ditemukan. Ada yang ditangkap dan ditahan polisi. Dititipkan ke panti sosial anak. Ada juga yang dilepaskan karena tidak terbukti melakukan tindak pidana.

  • Dipublish : 29 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami