Konsumisi Mobil Listrik Capai 45 Ribu kWh hingga Oktober 2021

ilustrasi. SPKLU yang terpasang di SPBU Fatmawati ini merupakan Stasiun Pengisian Daya Fast Charging 50 kW yang mendukung pengisian daya dari berbagai type gun mobil listrik di Indonesia. (dok. Pertamina)
ilustrasi. SPKLU yang terpasang di SPBU Fatmawati ini merupakan Stasiun Pengisian Daya Fast Charging 50 kW yang mendukung pengisian daya dari berbagai type gun mobil listrik di Indonesia. (dok. Pertamina)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menyebut, konsumsi daya mobil listrik mencapai 45 ribu kilowatt jam (kWh) dari lima unit stasiun pengisi baterai yang dioperasikan perusahaan sepanjang Februari sampai Oktober 2021.

“Sejak Februari hingga Oktober, setidaknya tercatat ada lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh,” kata Alfian dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).

“Lima unit stasiun pengisi baterai yang dioperasikan perusahaan berlokasi di SPBU Pertamina,” sambungnya.

Alfian menuturkan, stasiun pengisi baterai itu bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan yang terintegrasi dalam konsep baru SPBU ramah lingkungan, yakni Green Energy Station (GES) yang telah diresmikan Agustus lalu.

“Pertamina Patra Niaga terus memantau transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik di stasiun pengisi baterai tersebut,” ujarnya.

Alfian menjelaskan, saat ini, mayoritas penggunaan stasiun pengisi baterai di SPBU GES Pertamina oleh kendaraan umum dan taksi daring sebagai mitra perusahaan dalam mengembangkan ekosistem hilir kendaraan listrik. Namun, sekitar 10 persen dari angka tersebut justru dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi.

“Inilah peluang yang ingin kami ambil, lokasi strategis SPBU akan kami manfaatkan untuk pengembangan infrastruktur hilir kendaraan listrik,” imbuhnya.

Menurut Alfian, masyarakat akan semakin meminati kendaraan listrik di kota-kota besar seiring dengan semakin banyak industri otomotif memperkenalkan produk kendaraan listrik mereka di Indonesia. Kondisi tersebut merupakan disrupsi bagi Pertamina yang selama ini menyediakan produk bahan bakar minyak.

“Namun, di sisi lain kami melihat ini sebagai peluang bagaimana memanfaatkan jaringan ritel yang Pertamina miliki untuk dimanfaatkan dan mendukung percepatan terciptanya ekosistem bagi kendaraan listrik,” pungkasnya.

Selain membangun stasiun pengisi baterai untuk mobil listrik,Pertamina juga sedang menyiapkan outlet dan layanan battery swapping station (BSS) bagi motor listrik yang juga akan berlokasi di beberapa SPBU GES di wilayah Jakarta. (der/fin)

  • Dipublish : 22 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami