Korban Kecelakaan GrabWheels Masih Trauma Jika Melihat GrabWheels

ILUSTRASI: Pengguna Skuter Listrik (GrabWheels) melintas di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (14/11). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta manajemen Grab agar menghentikan pengoperasian GrabWheels sebelum memperbaiki aspek keamanan. Hal ini terkait kasus dua pengguna skuter listrik tersebut yang meregang nyawa dalam kecelakaan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )
ILUSTRASI: Pengguna Skuter Listrik (GrabWheels) melintas di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (14/11). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta manajemen Grab agar menghentikan pengoperasian GrabWheels sebelum memperbaiki aspek keamanan. Hal ini terkait kasus dua pengguna skuter listrik tersebut yang meregang nyawa dalam kecelakaan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Kecelakaan yang melibatkan rombongan pengguna GrabWheels dengan mobil sedan masih menyisakan luka mendalam bagi korban. Meskipun sudah berlalu hampir satu pekan, korban selamat masih begitu terngiang detik-detik saat kecelakaan terjadi.

Fajar Wicaksono, salah satu korban selamat mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian yang merenggut nyawa dua temannya. Trauma itu muncul ketika dia melihat GrabWheels, dia langsung kembali teringat teman-temannya yang meninggal.

“Kalau rasa trauma masih ada yah sedikit. Kayak lihat orang nyebrang itu kayak ngilu. Apalagi kalau nyebrang nggak sesuai aturan, nggak di jembatan terus kalau ngeliat GrabWheels-nya masih kepikirin,” kata Fajar, Sabtu (16/11).

Trauma pun muncul saat dia melihat minimarket. “Sebelum kejadian kita kan minum kita di minimarket jadi kalau ngeliat mini market rasanya masih keinget-inget,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fajar menjelaskan alasannya bermain GrabWheels sampai dini hari. Menurut dia, mulanya dia janji bertemu dengan 5 rekannya pukul 22.30 WIB. Namun, antrian GrabWheels ramai sekali, sehingga mereka baru mendapat e-scooter pukul 01.00 dini hari. “Apalagi kalau setengah 11 dapat (e-scooter), kita jam 1 juga selesai itu,” tegasnya.

“Kita kira jam 1 itu udah sepi banget, tahunya masih banyak banget. Kita itu niatnya mau 6 scooter tapi cuma dapet 3 doang. Jadinya 1 scooter 2 orang,” pungkasnya.

Diketahui, kecelakaan menimpa pengguna skuter listrik terjadi di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu, (10/11). Akibat kejadian itu, dua orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka. Menurut Alan Darmasaputra, kakak salah satu korban meninggal, Ammar Nawar Tridarma, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam. Adiknya bersama sejumlah temannya memang sengaja datang ke kawasan Gelora Bung Karno untuk bermain skuter listrik Grabwheels.

Kejadian Grabwheels berdarah ini terjadi pada Minggu (10/11) lalu. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dini hari. DH memacu mobilnya dari arah Senayan menuju fX. Tepat di Jalan Pintu Satu Senayan, lantas DH hendak menyalip kendaraan yang ada didepannya.

Namun, DH nampaknya tak pernah belajar kalau menyalip tidak diperkenankan lewat sisi kiri. dia tak sadar kalau di sisi kiri jalan ada enam orang tengah mengemudikan Grabwheels. DH pun sontak kaget, namun dia tak sempat banting stir. Kecelakaan pun tak terelakan. (jp)

  • Dipublish : 16 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami