Korban Meninggal Akibat Virus Korona Menjadi 170 Orang, 8 Ribu Lainnya Terinfeksi

Ilustrasi virus corona (CNN)
Ilustrasi virus corona (CNN)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGANMEDIA.CO.ID,- Virus korona terus menyebar luas. Kamis (30/1) pagi, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 170 orang. Dan jumlah pasien yang terinfeksi sebanyak 7892 orang per pukul 09.30 WIB. Diperkirakan jumlahnya masih akan terus bertambah dan meluas lintas negara.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (30/1), sebanyak 37 dari 38 kematian baru terjadi di provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran penyakit menular. Kematian lain terjadi di provinsi Sichuan barat daya. Tibet juga melaporkan kasus pertamanya.

Sebanyak 38 kematian baru menandai lompatan satu hari terbesar atas korban jiwa yang tertular virus korona. Sementara itu, otoritas setempat secara efektif sudah mengunci puluhan juta orang di Hubei.

Angka-angka pasien baru itu membuat jumlah total orang yang terinfeksi di Tiongkok menjadi lebih dari 7.700 orang. Komisi kesehatan untuk Hubei mengatakan, kematian di provinsi akibat penyakit itu telah meningkat dari 37 orang menjadi 162 pada akhir 29 Januari.

Ada 1.032 kasus lain yang terdeteksi di Hubei, dengan total menjadi 4.586. Sejumlah pemerintah asing telah menerbangkan warganya keluar dari daerah itu, karena jumlah kematian yang terus melonjak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan ‘keprihatinan serius’ tentang penyebaran penyakit itu ke negara lain. Lebih dari 50 juta orang telah diisolasi di dalam dan sekitar Wuhan, kota industri pusat di mana wabah pertama kali dimulai. Hal itu sebagai upaya oleh otoritas untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota-kota lain di Tiongkok dan ke negara-negara lain.

Sementara beberapa ahli percaya strain baru, yang dikenal sebagai 2019-nCoV, tidak mematikan seperti SARS. Sebab korban jiwa akibat virus korona masih sebatas 4 persen.

Seperti infeksi pernapasan lainnya, infeksi ini ditularkan melalui udara batuk dan bersin, dengan waktu inkubasi antara satu dan 14 hari. Maka semua pasien saat ini wajib dikarantina atau diisolasi secara intensif. (jp/jm)

  • Dipublish : 30 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami