Korupsi ADD 290 Juta Rupiah, Kades Sabaru Ditahan

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PANGKEP – Kepala Desa Sabaru, Kecamatan Liukang Kalmas, Muhammad Usman dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas temuan mark up Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp290 juta.

Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar menjelaskan bahwa, Usman divonis Pengadilan Negeri (PN) Pangkep dengan putusan satu tahun tiga bulan penjara dengan denda sebesar Rp50 juta. “JPU menuntut terdakwa, satu tahun enam bulan penjara dan diputuskan oleh hakim satu tahun tiga bulan penjara,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa, temuan itu berasal dari hasil pemeriksaan pada kegiatan ADD tahun 2015 dan 2016, yang ditemukan kerugian negara sebesar Rp290 juta.

Lanjut dijelaskan bahwa, terdakwa sebelum vonis pengadilan, telah melakukan pengembalian sejumlah kerugian negara, sesuai hasil audit BPK sebesar Rp290juta lebih, dan dikembalikan sebesar Rp 190 juta lebih. “Ada waktu tujuh hari untuk melakukan banding, sejak pengadilan memutuskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga menyebut, modus yang dilakukan kades tersebut dengan memanipulasi tanda tangan dan mark up terhadap ADD tersebut.

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi seluruh kades agar dapat berhati-hati dalam menggunakan dana desa,” imbuhnya.

(fit/taq)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 12 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami