KPK Jebloskan Bowo Sidik di Lapas Tangerang dan Idrus di Lapas Cipinang

Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi terhadap dua terpidana kasus korupsi yang berbeda. Kedua terpidana itu adalah mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang terjerat kasus suap jasa pelayaran, serta mantan Sekjen Golkar Idrus Marham terkait suap proyek PLTU MT Riau-1.

“Telah dilaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Bowo Sidik Pangarso di lapas klas 1 Tangerang,” kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/12).

Dalam perkara kasus suap jasa pelayaran, Bowo Sidik Pangarso divonis lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan kurungan. Bowo dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait jabatan.

Selain itu, majelis hakim PN Tipikor Jakarta pun turut mencabut hak politiknya selama lima tahun usai menjalani pidana pokok. Bowo dinilai, terbukti menerima suap dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono dan General Manager Komersial PT HTK Asty Winasty.

Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Secara keseluruhan, Bowo Sidik dalam perkara ini menerima suap sebesar USD 163.733 dan Rp 311,02 juta. Bowo juga menerima Rp300 juta dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera, Lamidi Jimat terkait bantuan mendapatkan proyek penyediaan BBM dan penagihan piutang PT Djakarta Llyod senilai Rp 2 miliar.

Selain itu, Bowo juga terbukti menerima gratifikasi SGD 700 ribu dan Rp 600 juta dari sejumlah sumber dengan nilai yang bervariasi yang berlangsung sejak 2016 saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII dan anggota Badan Anggaran DPR (Banggar).

Sementara itu, Idrus Marham yang juga mantan menteri sosial era Joko Widodo telah dieksekusi ke lapas klas 1 Cipinang terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. Idrus akan menjalani masa hukuman selama dua tahun menyusul dikabulkannya kasasi oleh Mahkamah Agung (MA).

Padahal, hukuman Idrus sebelumnya diperberat di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi lima tahun penjara dari putusan tingkat pertama pada PN Tipikor Jakarta yang divonis 3 tahun penjara. (jp)

 

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 19 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami