KPK-Jerman Bahas Sektor Kehutanan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Jumat (6/3). Kedatangannya guna memperkuat kerja sama pencegahan yang dilakukan antara KPK dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), organisasi internasional milik Pemerintah Jerman.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan, terdapat dua poin yang tercantum dalam kerja sama ini. Pertama, yakni menyangkut perizinan kehutanan di Papua, Papua Barat, Kalimantan Timur, dan Riau.

“Perizinan yang lebih terbuka untuk mendorong investasi juga ke Indonesia. Jadi kita bekerja sama untuk program yang ada di Stranas PK misalnya one map policy. Kira-kira itu secara spesifik yang akan didukung antara lain dari pendanaan GIZ,” ujar Pahala.

Selain di sektor kehutanan, kata dia, GIZ turut memberikan pendanaan untuk kegiatan yang dilakukan oleh organisasi nirlaba (NGO) mau pun pemerintah daerah. Namun, kata dia, pendanaan tersebut sama sekali tak masuk ke anggaran.

“GIZ lembaganya yang secara langsung dengan KPK yang pertama tidak ada dana langsung ke anggaran KPK, jadi serupiah pun tidak ada. Jadi, GIZ memberikan bantuan dalam bentuk pendanaan untuk kegiatan yang dilakukan oleh NGO, oleh pemerintah daerah, tetapi tidak yang masuk ke anggaran sama sekali,” ucap Pahala.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Jerman Peter Schoof mengatakan, sektor kehutanan saat ini menjadi fokus pihaknya. Menurut dia, Pemerintah Jerman berpandangan sektor kehutanan merupakan salah satu sumber daya alam terpenting yang dimiliki Indonesia.

“Kami sepakat bahwa perjuangan melawan korupsi menjadi fokus dari kegiatan kami. Tidak hanya demokrasi tetapi juga untuk memfasilitasi dan pengembangan karena kita semua tahu bahwa banyak uang hilang menyebabkan korupsi yang dapat digunakan untuk melayani warga negara kami yang dapat merencanakan pembangunan infrastruktur,” kata Peter.

Peter mengungkapkan, kerja sama antara Jerman dan Indonesia terkait pemberantasan korupsi dilakukan demi kebaikan demokrasi. Ia pun meyampaikan kebanggaan Pemerintah Jerman karena dapat menjadi mitra KPK dalam pemberantasan korupsi.

“KPK memiliki reputasi global yang sangat baik dengan menambahkan kredibilitas dari sudut pandang kami untuk dapat diperhitungkan Indonesia sebagai tempat investasi dan untuk bisnis. Jadi kami akan melanjutkan kerja sama kami seperti yang telah kami lakukan di masa lalu dan kami yakin bahwa kerja sama kami akan positif,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan kedatangan Dubes Jerman untuk menyampaikan komitmen baru bahwa Pemerintah Jerman mempunyai fokus dan juga mengapresiasi perihal keberadaan KPK selama ini.

“Bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di internasional, KPK diakui sebagai lembaga yang akuntabel dan karenanya terpercaya untuk didukung oleh Pemerintah Jerman,” ucap Ghufron.

Selain itu, ia juga menyatakan dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan soal pencegahan korupsi di bidang pendidikan dan politik.

“Pada dunia pendidikan yang bertata kelola antikorupsi, pada sektor pemerintahan, pada sektor demokrasi atau politik. Bagaimana agar sistem perpolitikan kita itu mulai dari pendanaan sampai tata kelola partai politik bisa berbasis antikorupsi. Itu yang menjadi komitmen yang akan kita laksanakan bersama pemerintah Jerman untuk membantu KPK,” ucap Ghufron. (riz/gw/fin)

  • Dipublish : 7 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami