KPK : Kasus Suap Garuda Indonesia Segera Disidangkan

Dok. Foto : Dery Ridwansyah/JawaPos.com
Dok. Foto : Dery Ridwansyah/JawaPos.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penyidikan untuk dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan pencucian uang. Kedua tersangka itu adalah mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedardjo.

“Hari ini penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum atau tahap 2 atas nama 2 orang tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Rabu (4/12) malam.

Febri menyampaikan, persidangan rencana akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK membutuhkan waktu sekira dua tahun dan 11 bulan terhitung sejak penerbitan sprindik pada 16 Januari 2017 untuk menangani perkara ini.

Selama proses penyidikan tersebut, lanjut Febri, KPK sekiranya mengidentifikasikan kontrak bernilai miliaran dolar Amerika Serikat yang ditandatangani oleh pihak Garuda Indonesia.

Sejumlah kontrak itu diantaranya, pembelian mesin dan perawatan mesin (Total Care Program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce, pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

“Selain itu, ditemukan dugaan aliran dana yang jauh lebih besar, yaitu dari dugaan awal sebesar Rp20 miliar menjadi Rp 100 miliar untuk sejumlah pejabat di Garuda Indonesia,” ucap Febri.

Dalam proses penyidikan ini, kata Febri, KPK juga mengungkap adanya praktik pencucian uang dan menetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo sekaligus sebagai tersangka pencucian uang. KPK berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan proses yang lebih efisien dengan menggabungkan penanganan korupsi dan pencucian uang untuk segera dibawa ke persidangan.

“Dalam proses penyidikan ini, KPK juga menyampaikan terima kasih pada otoritas di berbagai negara yang membantu proses pengumpulan bukti serta kerjasama investigasi di negara masing-masing. Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 80 saksi,” tandas mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini. (jp)

  • Dipublish : 5 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami