KPK Lakukan Pemeriksaan Perdana ke Mantan Bos Petral

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Managing Director Pertamina Energy Sevice Private Limited (PES) Bambang Irianto. Ini pemeriksaan perdana bagi Bambang usai menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES.

Mantan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Limited (Petral) itu selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 17.31 WIB. Pada pemeriksaan perdana ini, ia mengaku dicecar mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dirinya selaku menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing dan Managing Director PES.

“Masih tupoksi-tupoksi saja. Tugas dan tanggung jawab saya sebagai Vp dan Managing Director, semua,” ujar Bambang di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/11).

Bambang enggan berkomentar lebih jauh mengenai dugaan aliran dana suap sebesar USD2,9 juta yang disangkakan KPK kepadanya. Pun mengenai pertemuannya dengan pengusaha Reza Chalid.

Karena, ia beralasan pertanyaan yang diajukan penyidik belum sampai pada materi tersebut. “Tidak ada (ditanyakan penyidik). Belum sampai ke sana,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan bersikap kooperatif terhadap proses penanganan perkara yang dilakukan KPK. Ia meyakini, KPK akan mengedepankan asas keadilan dalam menangani perkara yang menjeratnya.

“Kita ikuti proses saja. Saya WNI yang baik dan saya percaya dengan lembaga ini, lembaga KPK, dan saya akan mengikuti semua proses hukum yang dilakukan oleh KPK,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, penyidik berupaya mendalami tugas pokok dan fungsi Bambang sebagai mantan VP Marketing dan Managing Director PES. Selain itu, penyidik juga mendalami keterangan Bambang seputar aliran dana suap tersebut.

Jadi apa saja kewenangan-kewenangannya dan nanti tentu itu akan didalami lebih lanjut. Pelaksanaan kewenangan, regulasi-regulasi apa saja yang digunakan, seperti itu,” jelas Febri.

Ia menambahkan, dalam pemeriksaan ini pula penyidik menjelaskan perihal hak-hak Bambang sebagai tersangka. “Karena ini pemeriksaan tahap awal, ini kewajiban juga yang harus dilakukan oleh penehak hukum,” tutup Febri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Managing Director Pertamina Energy Sevice Pte Ltd (PES) periode 2009-2013 Bambang Irianto sebagai tersangka pada Selasa (10/9/2019). Dia ditetapkan tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES.

Bambang Irianto diduga telah menerima uang sedikitnya USD2,9 juta melalui rekening perusahaan SIAM Group Holding dari pihak Kernel Oil Pte. Ltd. Uang tersebut diduga merupakan imbalan atas bantuan yang Bambang berikan kepada Kernel Oil terkait kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina di Singapura dan pengiriman kargo.

Bambang juga diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral). Petral merupakan perusahaan subsidiari PT Pertamina yang pernah dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2019 lantaran diyakini terdapat praktik mafia migas.

(fin)

  • Dipublish : 6 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami