KPK Panggil Politikus PPP Terkait Dugaan Gratifikasi Suharso Monoarfa

Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyatakan Nizar akan diminta untuk menjelaskan mengenai laporan yang disampaikannya ke Dumas KPK. (Antara Photo)
Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyatakan Nizar akan diminta untuk menjelaskan mengenai laporan yang disampaikannya ke Dumas KPK. (Antara Photo)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nizar Dahlan terkait laporan dugaan gratifikasi yang diterima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa yang juga pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP. Lembaga antirasuah melalui Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) memanggil Nizar untuk mendalami laporan tersebut.

Plt juru bicara KPK, Ali Fikri membenarkan pemanggilan Nizar. Ali menyatakan, Nizar akan diminta untuk menjelaskan mengenai laporan yang disampaikannya ke Dumas KPK.

“Benar, sesuai informasi yg kami terima, hari ini direktorat pengaduan masyarakat menjadwalkan yang bersangkutan hadir untuk dapat menjelaskan perihal laporannya,” kata Ali dikonfirmasi, Senin (16/11).

Menurut Ali, KPK akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima, termasuk laporan mengenai dugaan gratifikasi Suharso Monoarfa. Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyebut, laporan teehadap Suharso hingga kini masih dalam pendalaman untuk memastikan laporan yang disampaikan masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak.

“KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap laporan tersebut, untuk mendalami lebih lanjut apakah masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK,” tandas Ali.

Terpisah, Nizar mengakui diundang KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi pelapor mengenai dugaan gratifikasi yang diterima Suharso berupa bantuan carter pesawat jet pribadi dalam kegiatan kunjungan ke Medan, Aceh, Jambi dan Surabaya. Nizar didampingi tim kuasa hukumnya untuk menjelaskan dugaan penerimaan gratifikasi terhadap Suharso.

“Saya akan memenuhi undangan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi pelapor sehubungan dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi yang diduga diterima oleh saudara Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasiona/Bappenas yang juga merupakan Plt Ketua Partai Persatuan Pembangunan berupa bantuan carter pesawat jet pribadi dalam kegiatan kunjungan ke Medan, Aceh, Jambi dan Surabaya dan dugaan tindak pidana korupsi lainnya,” ucap Nizar.

Nizar mengklaim, laporannya ke lembaga antirasuah merupakan bentuk ikhtiar untuk memerangi korupsi dan menyelamatkan PPP dari perilaku koruptif.

“Ikhtiar saya untuk memerangi korupsi, juga dalam rangka menyelamatkan PPP sebagai partai warisan ulama dari perilaku koruptif pimpinannya selama ini yang telah mengarah kepada kehancuran partai umat ini, semoga Allah SWT menolong dan meridhoi perjuangan ini, amin,” pungkas Nizar. (jp)

  • Dipublish : 16 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami