KPK: Tidak Ada Tersangka Baru Kasus Suap Mantan Gubernur Sumatera Utara

Febri Diansyah memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Ari/MG Fajar Indonesia Network)
Febri Diansyah memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Ari/MG Fajar Indonesia Network)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada tersangka baru dalam kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho kepada Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Hal ini menyusul santernya informasi perihal pemeriksaan terhadap 11 mantan anggota DPRD Sumut beberapa waktu lalu.

Bahkan, para pihak yang diperiksa tersebut dikabarkan telah berstatus sebagai tersangka. Terkait hal ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengkonfirmasi belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut,” kata Febri ketika dikonfirmasi, Senin (25/11).

Febri tak menampik adanya pemeriksaan tersebut. Hanya saja, ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan guna kepentingan penyelidikan. Sehingga, ia mengaku tak dapat membeberkan lebih lanjut materi pemeriksaan tersebut.

“Kami harap semua pihak dapat memahami bahwa pemeriksaan yang dilakukan dapat dilakukan di tahap penyelidikan atau penyidikan,” kata Febri.

Febri pun berharap, masyarakat tidak menelan secara mentah informasi pemeriksaan yang dilakukan lembaga antirasuah. Ia juga meminta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kabar ini.

Ia pun menegaskan, penetapan tersangka jika kasusnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Lalu, informasinya selalu disampaikan secara resmi melalui konferensi pers.

“KPK hanya akan meningkatkan status seseorang sebagai tersangka pada tahap penyidikan. Dan informasi resminya selalu kami umumkan melalui konferensi pers,” kata Febri.

Sebelumnya, KPK dikabarkan telah menetapkan 11 orang mantan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka baru dalam kasus suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Informasinya keseluruhan yang diperiksa itu sudah diperiksa penyidik KPK pada pekan lalu.

Kabarnya, 11 mantan anggota DPRD tersebut berinisial LS, NH, JH, RAM, MG, RN, SP, SH, ID, JS, dan AHH.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 38 orang anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dalam kasus suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Masing-masing mantan anggota DPRD Sumut itu diduga menerima uang sebesar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta.

“Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data dan mencermati fakta persidangan dalam perkara tersebut, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan dengan 38 orang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Uang tersebut diberikan Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumut. Kasus ini merupakan pengembangan perkara yang menyeret Gatot Pujo Nugroho dan 12 unsur pimpinan DPRD Sumut.

Gatot pun telah divonis bersalah berdasarkan Putusan PN Tipikor Medan Nomor: 1004/Pid.Sus.TPK/2016/PN.Mdn tanggal 9 Maret 2017. Dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan denda Rp.250.000.000, subsidair 6 (enam) bulan. Atas putusan tersebut, Gatot kemudian mengajukan banding. Putusan banding pada Mei 2017 menguatkan putusan PN.

“Pada Juli 2017 jaksa eksekutor pada KPK telah mengeksekusi yang bersangkutan ke Lapas Sukamiskin, Bandung Jawa Barat untuk menjalani pidananya,” ucap Agus.

(fin)

  • Dipublish : 26 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami